Software Toko Komputer

Bisnis Online Dengan Modal Kecil

12 Bisnis Online Dengan Modal Kecil Akan Tetapi Untungnya Gila-Gilaan :

  1. Buat Web Toko Online / Online Shop

Cara yang paling lazim adalah kita membuat toko online atau onlineshop. Tidak sedikit orang yang sukses membuat toko online sendiri. Bagaimana cara membuat web toko online?

Sebetulnya caranya itu gampang, kita tidak usah membuat toko online dengan beragam fitur seperti toko online-toko online besar seperti lazada, blibli, dll.

Kita cukup membuat website yang menyediakan informasi seputar produk kita. Satu halamanpun sudah cukup jika barang yang kita jual Cuma satu saja. Tidak usah membuat fitur seperti shopping cart, live chat, dll. Cukup satu buah artikel lengkap dengan foto produk + nomor kontak yang dihubungi.

Lalu bagaimana membuat website itu? Kita bisa membuat sendiri jika paham bahasa pemrograman website, atau kita bisa menggunakan jasa layanan pembuatan web gratis seperti wordpress, joomla, dll. Kemudian kita install di server hosting kita.

Masih susah? Langkah paling gampang adalah membuat blog gratisan menggunakan wordpress.com atau blogger.com. Keliatan murahan? Kita bisa custom domain sesuai dengan keinginan kita, misal menjadi ikitoko.com, atau alamat-alamat lainnya.

Buatnya tidak susah, kalau sudah mahir satu jam saja sudah siap itu website. Tidak percaya? Silahkan googling, atau diartikel berikutnya saya akan membahas cara membuat website toko online.

Lalu, yang menjadi pertanyaan banyak orang adalah darimana kita dapat barang dagangannya? Simple, kita bisa menjual produk kita sendiri. Tidak ada produk? Ya kita jual aja produk teman, atau yang lainnya. Kita tinggal mengambil keuntungan sewajarnya saja.

Buat Web Toko Online

  1. Jualan Online di Website Marketplace (Pasar Online)

Kalau yang pertama tadi adalah web toko online, kalau kedua ini adalah web marketplace. Apa sih website marketplace itu?

Seperti namanya marketplace atau jika di indonesiakan menjadi tempat pasar/jual beli. Jadi logikanya begini, jika di website toko online kamu seperti mempunyai warung/toko sendiri di pinggir jalan alias tidak nimbrung di mall atau pasar orang lain.

Kalau marketplace itu ya ibarat pasar/mall, dalam satu marketplace ada buanyak penjualnya tidak Cuma satu. Kalau web toko online itu ya Cuma kita sendiri yang menjual produk di web tersebut.

Salah satu kelebihan marketplace adalah kita tidak perlu mencari pengunjung/pembeli. Karena marketplace biasanya sudah ramai dengan pembeli mencapai puluhan ribu bahkan jutaan pengunjung tiap bulannya.

Kalau kita buat website sendiri ya kita harus ekstra keras untuk mempromosikan website kita, ya sama kalau buat toko sendiri di pinggir jalan nan sepi kita harus ekstra keras untuk promosi toko kita supaya ramai. Kalau dipasar kan sudah ramai, jadi kita tidak perlu promosi dengan tenaga ekstra.

Tetapi, Namanya juga “pasar” tentu saja pedagang lain yang menjual barang sejenis juga buanyak, tentunya kita harus bisa bersaing terutama di segi kualitas dan harga. Orang kalau pergi ke pasar tentunya mencari barang dengan harga paling murah bukan ?

Nah sama, kalau di web toko online kita sendiri hanya kita yang jual barang sehingga tidak ada persaingan didalamnya berbanding terbalik dengan marketplace. Pembeli dapat mencari barang jenis A, dimana barang jenis A itu yang jual tidak hanya satu orang. Tentu saja pembeli akan memilih dulu barang mana yang kualitasnya sama tapi harganya murah.

Itu repotnya kalau jualan di marketplace, selain itu juga kita tidak bisa langsung menerima pembayaran kalau ada orang yang membeli barang kita. Kenapa?

Karena dalam marketplace itu menerapkan sistem seperti “rekber” atau rekening bersama. Jadi kita menjual barang, trus ada yang mesen. Pembeli transfer uang ke pihak tokopedia, tokopedia memberikan notifikasi bahwa si pembeli membeli barang kamu dan sudah transfer. Kemudian, kita kirim deh barang ke pembeli. Kalau sudah sampai pembeli akan konfirmasi ke tokopedia bahwa barang sudah diterima, baru deh tokopedia transfer uang ke kamu.

Lalu, bagaimana jika pembeli tidak konfirmasi pembayaran?

Jika hal itu terjadi maka pihak marketplace seperti tokopedia dan bukalapak akan menunggu hingga 30 hari baru bisa di tarik tunai. Itulah salah satu kelemahan di marketplace bagi penjual. Karena kita tidak bisa menerima uang pada hari itu juga. Tapi, hal ini dilakukan untuk melindungi hak-hak pelanggan dan meminimalisir terjadinya penipuan online.

MarketPlace

  1. Jual Online Lewat Sosial Media

Cara ini tak kalah populer dibanding 2 diatas tadi, sekarang ini orang lebih banyak menghabiskan waktu di sosial media mereka entah di facebook, instagram, atau twitter.

Jumlah Pengguna Sosial Media di Indonesia

Data diatas saya dapatkan dari website techinasia indonesia bisa dilihat bukan? Ada 79juta orang Indonesia yang join di Facebook! Ingat ini hanya di facebook saja, belum di twitter, instagram, atau sosial media populer lainnya.

Sudah terbayang peta pasar yang dapat dimanfaatkan? Nah, Facebook sendiri telah menyediakan fitur fanspage dimana kita bisa membuat halaman untuk menjual produk kita. Halaman ini bisa dikatakan sebagai “online katalog”. Halaman ini bisa digunakan sebagai pengganti website.

Selain lewat facebook kita juga bisa jualan lewat sosial media lain seperti instgram. Sekarang instagram sudah seperti twitter jaman dulu, dimana buzzer-buzzer bermunculan yang biasa disebut dengan “selebgram”.

Ada banyak selebgram-selebgram bermunculan seperti riarichis, gadis cantik nan imut ini sukses menjadi buzzer populer dengan banyak endorse-endorse produk didalamnya.

Ada mastah yang pernah bilang bahwa “kalau SEO itu barang yang dicari orang, sedangkan Sosial Media itu barang yang dibutuhkan orang”. Artinya kalau lewat SEO itu kita dicari, kalau lewat sosial media itu kita menawarkan.

Jika kamu ingin membangun brand, sosial media adalah tempat paling bagus. Contoh, tau hipwee? Ya situs berbasis komunitas ini sangat booming lewat artikel-artikel menariknya tentang anak-anak muda.

Sekarang yang jadi pertanyaan, apa iya artikel yang disajikan hipwee itu bisa dicari lewat search engine? Jawabannya bisa! Tapi, dengan kata kunci apa? Orang akan sulit mencari kata kunci yang pas untuk setiap artikel di hipwee, tapi artikel yang disajikan hipwee itu dibutuhkan / disukai oleh anak-anak muda.

Karena itulah, hipwee itu booming karena konten viralnya di sosial media. Karena artikelnya unik, menarik, dan anak muda banget maka sangat mudah bagi hipwee untuk menciptakan konten viral. Lalu emang ada untungnya membuat site seperti hipwee?

Eitsss keuntungan hipwee itu tak sedikit, buktinya hipwee akhir tahun 2015 kemarin di akuisisi oleh migme dengan nilai $3 Juta ! Atau sekitar Rp 29,7 miliar seperti dikutip dari techinasia.

Nah hipwee itu sebagai contoh saja bahwa hipwee berhasil “jualan” konten dengan mengoptimalkan sosial media. Hal ini sangat terbuka lebar jika kamu mempunyai barang-barang unik alias DIY (do it yourself!). barang-barang unik itu akan sulit dijual lewat SEO tapi lebih mudah lewat sosial media.

Sosial-media-business

  1. Reseller Barang Tanpa Modal, Hasil Melimpah / Dropshipper

Kamu tidak punya barang dagangan? Nah, salah satu solusi terbaik adalah dropshipping. Apa itu dropshipping?

Jadi gini, misal kamu ingin jual parfum, tapi tidak punya parfum. Dan mau stok barang itu tidak ada modal. Karena itulah kamu cari supplier A yang jual parfum dan menerima sistem dropship. Jadi, misal harga jual parfum 100ribu, dan harga jual dropshipper itu 70 ribu, maka kamu untung 70 ribu.

Jadi, kamu tawarkan deh secara online parfum tersebut seharga 100rebu, setelah pembeli transfer 100rebu ke kamu, kamu langsung transfer 70rebu ke supplier A. Untung 70rebu kan? Nah, kemudian supplier A itu ngirim parfum ke konsumen yang membeli tadi atas nama kamu bukan atas nama supplier.

Enak bukan? Kita tidak harus repot-repot stok barang, jika barang dari supplier A habis kita bisa mencari barang yang sama ke supplier B. Jadi kita tidak harus pusing-pusing.

Bagaimana cara mencari supplier tersebut? Nah, kita bisa kok nyari di google dengan keyword “nama barang dropship” atau cari aja di kaskus, tokopedia, bukalapak. Hubungi seller-seller yang terkait kemudian tanya apakah menerima dropship atau tidak?

Untuk markup harga itu terserah kita, misal dari penjual itu 70rebu dan harga pasar 100rebu, kita bisa naikkan dikit menjadi 105rebu. Tapi, jangan jual mahal-mahal. Lebih baik murah tapi repeat ordernya cepat, daripada mahal tapi lama klosingnya…

Sama seperti prinsip dagang orang china, harga murah yang penting laku keras… Nanti kalau dijumlahin juga untung banyak.

dropshipping

  1. Jual Tutorial/Panduan Digital Online

Kalau dari 4 peluang usaha tadi kita membahas barang “real” artinya barang nyata, sekarang kita akan membahas barang digital bukan abstrak ya…

Salah satu produk digital yang laris manis adalah jualan panduan atau tutorial. Kamu pasti punya keahlian kan? Mengapa tidak membuat tutorial tentang skill yang kamu punya? Enggak usah ribet-ribet cari yang paling simple saja.

Misal nih, kamu hobi mancing. Mengapa tidak membuat buku/video panduan tentang cara memancing? Mulai dari cara memilih pancing, cara memilih umpan pancingan, sampai cara memasang hasil pancingan.

Masih bingung? Misal kamu mahasiswa IT, mengapa tidak membuat video panduan tentang bahasa pemrograman yang kamu kausai? Masak iya 1 aja bahasa pemrograman tidak ada yang kamu kuasai?

Misal kamu jago pemrograman web, kamu bisa membuat panduan dari dasar html, css, lalu kemudian naik ke pembahasan bahasa tingkat lanjut seperti PHP, database mysql, jquery dan ajax.

Masih gak ada ide? Kamu ibu rumah tangga? Jago masak? Mengapa tidak membuat video panduan memasak? Kamu bisa membuat panduan memasak layaknya chef profesional di acara tv-tv nasional yang sering kita tonton.

Sebetulnya ada buanyak sekali ide yang dapat kamu gunakan sebagai bahan tutorial/panduan. Bagaimaina menemukan ide tersebut?

Sama seperti kata jack ma founder dari alibaba, kurang lebih beliau mengatakan bahwa dimana ada orang mengeluh disana ada potensi. Jadi, coba deh cari hal-hal yang banyak dikeluhkan orang lain. Riset, dalami, dan buatlah solusi dalam bentuk panduan/tutorial.

So, jangan males untuk ekplore problem ya! “Turn their problem into your profit”.

tutorial panduan digital online

  1. Jual Stock Royalti Desain

Salah satu kelebihan menjual produk digital adalah kita mau menjual 1 barang dengan menjual 1000 barang itu modalnya sama saja!

Tidak percaya? Misal, kamu buat sebuah desain, nah desain itu kamu jual dengan license reguler artinya kamu masih memegang penuh hak cipta desain kamu. Nah,, kamu bisa menjual desain itu ke 1, 2, 3, atau ribuan orang bukan? Padahal walaupun kamu jual ke 1 orang dengan 1000 orang juga capek ndesainnya sama saja!

Berbeda dengan produk non digital, kamu misal mau menjual 1 kue maka bahan yang dibutuhkan ya 1 , kalau menjual 1000 kue bahan yang dibutuhkan ya 1000. Kalau produk digital, mau menjual 1 atau 1000 bahan yang dibutuhkan ya Cuma 1! Jadi untungnya bisa berkali-kali lipet!

Sudah paham?

Kalau belum begini, tahu microsoft? Ya, perusahaan yang memproduksi windows yang sekarang kita gunakan saat ini. Darimana profit mereka? Ya dari jualan software! Tau bill gates? Ya dia founder microsoft dan orang terkaya di jagat. Mengapa dia menjadi sangat kaya hanya dalam waktu 3 dekade saja? Jawabannya adalah dia menjual produk digital!

Bayangkan, jika microsoft membuat 1 software saja dan laku misal sedikitnya 1juta kopi. Dimana 1 kopi harganya $100, sudah $100 juta bukan? Itu baru 1 software saja yang terjual 1 juta kopi. Padahal ada berapa ratus bahkan ribu software yang diproduksi microsoft? Dan berapa juta bahkan ratusan juta kopi yang telah terjual?

Nah sudah masuk kan maksut saya? Jadi disini kita jualan “license”.

Jadi, jika kamu punya keahlian mendesain coba deh buat satu desain kemudian coba ditawarkan di market international seperti envato grup khususnya di graphicriver.net. Ada nih cerita dari anak SMK (tahun 2014) yang berhasil dapat 7jutaan perbulan dari jualan desain lebih lengkapnya baca disini.

Karena saya mengakui, sangat susah berjualan desain di pasar lokal. Harga yang diminta masyarakat lokal terlalu sadis memang. Karena itulah lebih baik menjual desain di pasar international yang lebih manusiawi.

Royaliti desain

  1. Jual Beli Aged Domain

Apa itu aged domain? Aged domain itu domain yang sudah berumur dan “mati”, sehingga bisa dibeli lagi oleh orang lain lewat sebuah lelang online.

Bagi orang yang paham SEO, aged domain itu sangat diburu karena kualitasnya. Tentu saja bukan asal-asalan aged domain ya. Ada banyak sekali kriteria domain yang harus diperhatikan sebelum menentukan membeli domain. Kurang lebih kriteria aged domain sebagai berikut :

  1. History domain, pastikan domain yang kita beli itu tidak memiliki masa lalu yang kelam. Misal blog bekas j*d*, ata p*r**, dll.
  2. Jumlah dan Kualitas Backlink, ini juga penting kadang kala blog masa lalu itu memiliki backlink yang kuat. Lebih-lebih memiliki backlink dari situs-situs besar seperti CNN, dll. Tapi, pastikan backlinknya bukan berasal dari blog/web aneh-aneh.
  3. Usia Domain, semakin tua semakin bagus. Karena apa? Secara langsung domain yang sudah berumur itu lebih mudah ke indeks oleh google daripada domain baru / fresh domain.

Secara umum sih ketiga hal itu yang wajib diperhatikan sebelum membeli aged domain. Jangan harap harga aged domain itu murah ya! Harganya itu lebih dari harga normal, kalau harga normal itu $10 – $13 maka kalau aged domain itu minimal 20-30an dollar bahkan ada yang sampai ratusan hingga ribuan dollar!

Lalu untuk apa aged domain  itu? Aged domain itu biasanya dibuat untuk membuat web baru alias menghidupkannya kembali dengan niche sesuai dengan yang kita pilih. Atau juga aged domain digunakan untuk membuat backlink yang biasa disebut dengan PBN atau Private Blog Network.

Jadi, jika kamu punya uang lebih terutama saldo di paypal/payment gateway lainnya tidak ada salahnya untuk mengoleksi aged domain tersebut. Sapa tau kalau dijual lebih laku lagi.

domain-for-sale

  1. Jual Beli Web (Web Flipping)

Nah, yang tidak kalah mentereng dari jualan aged domain adalah jual beli web. Orang membuat website itu ada banyak tujuan, ada yang untuk toko online, web pribadi, sekedar curhat, profil perusahaan, dan ada juga yang dijual.

Jual Beli Website

Nah, mengapa suatu website itu sampai dijual oleh yang punya web? Jawabannya ya Cuma satu, karena web itu sudah tak terlalu menguntungkan!

Tapi, ada juga sih yang membuat website emang tujuannya untuk dijual. Balik lagi sih sama tujuan dan prinsip masing-masing.

Nah, lalu dimana tempat jual beli website itu? Kalau di Indonesia ya di forum internet marketing terbesar yaitu ads.id disana ada sub forum khusus jual beli website (klik disini).

Dalam forum itu hampir tiap hari pasti ada aktivitas jual beli, lalu bagaimana cara menjualnya? Kurang lebih aturan forum / situs jual beli website menerapkan aturan sebagai berikut :

  1. Menyertakan link website,
  2. Menyertakan spesifikasi website, seperti mesin apa yang dipakai, jumlah postingan, template yang digunakan.
  3. Data statistik beberapa bulan terakhir
  4. Pendapatan yang diterima tiap bulan (bisa google adsense, toko online, affiliate, atau yang lain).

Nah, berapa sih harga yang dipatok untuk sebuah website itu? Biasanya sih harga yang dijual itu 3-5x earning tiap bulan. Atau bisa juga 10x dari earning tiap bulan. Misal, kamu menghasilkan 10juta/bulan dari blog itu terserah metode monetize (cara menguangkannya) seperti apa. Maka harga jualnya minimal 30-50juta dan biasany maksimal 100juta.

Ada teman saya menjual blog dengan alamat blogspot.com saja dijual kalau tidak salah 60-80 juta! Gila bukan?

Nah, selain di ads.id kita bisa menjualnya di flippa.com , itu web tempat jual beli website terpopuler di dunia. Kalau tidak bisa menjualnya bisa pake jasa yaitu webdijual.com . Silahkan konsultasi aja sama mereka, yang mempunya website itu adalah salah satu tetua di ads.id jadi tidak perlu ragu lagi sama kualitasnya ya.

Domain-Flipping-business

  1. Jual Stock Foto di Marketplace Luar

Nah, menjual produk digital memang ada banyak sekali macamnya. Kalau tadi kita membahas tentang jualan desain, maka sekarang kita berbicara jualan foto.

Foto dijual? Ya! Sebenarnya foto-foto yang ada di internet itu memiliki license, kalau yang gratisan itu memiliki license CC alias Creative Common kita bisa menggunakan foto itu, mengedit, dan mendistribusikannya secara gratis.

Tapi… Tidak sedikit foto yang harus kita beli licensenya agar kita bisa menggunakannya. Nah, bagi kamu yang hobi foto maka jualan stock foto itu cukup menggiurkan. Ada banyak sekali tempat untuk jualan foto, diantaranya adalah :

  1. Photodune.net (envato group)
  2. iStockphoto.com
  3. Shutterstock.com
  4. Flickr.com

Tentu saja masih ada banyak sekali stock photo lain yang dapat kita gunakan, tetapi web stock foto diatas adalah yang paling populer saat ini.

Harga jual tiap photo memang murah, sekitar $5-$10 tapi, kalau kita punya ratusan stock photo yang dijual jadi banyak bukan ? Misal, tiap foto terjual 1-2 saja tiap bulan, dan yang laku ada 100 foto kan sudah banyak bukan?

Dan ingat, kita tidak harus mempromosikan foto kita, dan ini bisa dijadikan passive income yang besar jika memang koleksi foto-foto kita itu banyak.

Nah, foto apa yang banyak dicari itu? Kebanyakan sih foto yang dicari adalah foto-foto yang berhubungan dengan bisnis/model. Karena itu biasanya digunakan sebagai foto template untuk sebuah produk.

Tapi, saya sarankan buat sebuah “identity” untuk setiap foto yang kamu jual. Semakin unik konsep fotonya maka semakin besar kemungkinan untuk orang itu membelinya.

  1. Jual Audio Online

Selain desain dan foto kita bisa jualan audio online. Hobi sound engineering ? Nah ini bisa dijadikan solusinya.

Emang laku ya jualan sound? Jawabannya bangeet! Karena memang sekarang ini kebutuhan akan produk digital meningkat pesat, dan orang-orang diluar sana lebih suka membeli daripada membuat karena mereka lebih memikirkan efisiensi waktunya.

Tempat yang paling populer untuk jualan sound audio ini adalah audiojungle, kita bisa jualan sound-sound effect ataupun audio-audio efek yang menarik seperti suara bayi, orang tertawa, tepuk tangan, dll.

Selain efek-efek seperti itu kita bisa jualan musik, seperti musik disko, ataupun efek musik yang biasa digunakan untuk software-software pengolah audio seperti Adobe Audition atau yang lainnya.

Harga jual sound efek ini lebih mahal dari foto, di audio jungle sendiri harganya pun antara $1 hingga $73 untuk 1 buah license! Mahal bukan? Harganyapun menyaingi harga theme template.

Nah, sekarang ini kalau kita kreatif terutama di bidang teknologi apapun bisa kita jual bukan? Balik lagi apakah kita mampu atau tidak?

audio online

 

  1. Jual Kaos

Ini salah satu ide kreatif lainnya. Jadi jika kamu hobi desain kaos tetapi males untuk nyetak sendiri karena memang biaya cetak dan prosesnya itu ribet maka ini solusinya.

Jadi ada sebuah web (perusahaan) yang menyediakan jasa dimana kita bisa jual desain kita, jika laku maka perusahaan itulah yang akan mencetak kaos itu untuk dijual.

Salah satu pelopornya adalah teespring, keuntungan yang kita perolehpun tidak main-main disini. Teespring berani membayar mahal untuk sebuah kaos. Karena memang harga jual kaos di luar negeri itu cukup mahal dibanding dengan dalam negeri.

Untuk setiap kaos yang terjual dengan desain kita, kita dibayar paling tidak $5/kaos. Bayangkan, jika sebulan kita buat 1 desain kaos saja, dan 1 kaos itu terjual 100 buah maka kita sudah mendapatkan keuntungan $500/bulan! Dengan asumsi kita hanya mengambil untung $5 saja.

Jualan Kaos Di Teespring

Nah itu adalah salah satu produk yang terjual disana, harga kaos itu adalah $23,95 dan terjual 1595 buah! Misalkan desainer itu untung $5 saja, dia sudah untung minimal $7975 jika dirupiahkan Rp 108.539.750 ($1 = Rp 13,610). Itu kita hanya ndesain saja tanpa memikirkan percetakan, pengiriman kaosnya.

Bagaimana? Tertarik? Jika kamu punya skill dan feel desain yang mumpuni cara ini patut dicoba ya…

  1. Buat dan Jualan Template Website (HTML/CMS)

Oke selanjutnya kita bahas bagi yang punya skill ngoding, salah satu peluang bisnis yang cukup menjanjikan.

Sekarang ini memang kebutuhan akan sebuah template itu sangat meningkat. Bagaimana tidak? Sekarang perkembangan internet begitu pesat sekali, otomatis website itu bukan menjadi barang yang wah lagi, daaan… kebutuhan akan punya website yang bagus itu juga meningkat.

Disinilah peluang dapat kita ambil. Karena apa? Banyak orang yang tidak bisa ngoding! Karena itulah ini menjadi salah satu peluang yang sangat terbuka lebar. Kita bisa membuat template baik template dalam bentuk HTML saja atau sudah di konversi ke CMS misalkan wordpress ataupun blogspot.

Saya sarankan sih untuk membuat template yang sudah dikonversi ke CMS, karena jika masih dalam HTML saja maka orang tetap membutuhkan skill ngoding meskipun hanya HTML dan CSS dasar saja.

Rata-rata template yang dijual itu berharga 30an dollar, paling murah standardnya 10 dollar. Tapi dengan kualitas template yang mumpuni rata-rata dijual 50an dollar, paling mahal untuk template web dengan license reguler sekitar 70an dollar.

Untuk license tergantung dengan penjualnya, kalau dijual di marketplace khusus seperti themeforest dan sejenisnya biasanya memiliki license reguler, ya intinya dengan harga yang ditetapkan kita hanya bisa menginstall di 1 domain / 1 client saja.

Tapi, kalau dijual sendiri biasanya license itu unlimited, jadi kita bebas untuk menggunakan berapapun domain asal itu milik kita. Tapi, ada juga yang membebaskan sebebas-bebasnya, kita bisa menginstall di template client, dijual ulang, atau yang lainnya.

Bagaimana membuat template yang menarik itu? Memang, skill ngoding tak menjamin membuat template yang bagus karena itu sudah ke ranah desainer. Tips agar template yang kita jual itu menarik paling tidak seperti berikut ini :

  1. Sesuai dengan market, artinya apa? Kalau kita jual di market luar otomatis style desain juga harus sesuai dengan style mereka, kalau dijual di Indonesia ya sesuai dengan style Indonesia.
  2. Desain unik, akhir-akhir ini trend web design adalah one page design (satu halaman). Desain simple sih, tapi sadarkah? Kalau sekarang ini design web stuck disana aja? Kalau jaman dulu dengan fariasi adobe flash malah desainnya unik-unik meskipun berat.
  3. Sesuai dengan standard, yang saya maksud adalah kualitas kode yang kita buat harus sesuai dengan trend. Jika sekarang sudah menggunakan HTML 5 ya jangan gunakan HTML 4, gunakan juga CSS3, javascript, dll.
  4. Web ringan, salah satu alasan orang gemar mengunjungi suatu web karena web itu ringan dan tidak berat. Karena itulah buat template yang ringan, buat kompresi javascript, css dengan tingkat terendah.

Mungkin itu sih 4 kriteria umum agar template kita laku dipasaran. Tapi syarat mutlak tetap 1, sesuaikan dengan market pasar yang kita tuju. Kalau di Indonesia, karena orangnya masih awam buat template yang mudah digunakan. Kalau perlu build in dengan plugin-plugin yang ada biar tidak ribet saat instalasinya.

Jual Templete Website

Jadi, beberapa wacana di atas mungkin bisa Anda gunakan dalam memulai atau bahkan mengembangkan usaha bisnis online Anda.

*Thanks For Reading*

Download Aplikasi Toko dan Apotek Murah Klik Disini !!

Aplikasi Retail Toko

ADD YOUR COMMENT