6 Peluang Dan Kelemahan Usaha Toko Bangunan

Peluang Dan Kelemahan Usaha Toko Bangunan – Pembangunan berbagai properti seperti perumahan, pertokoan, dan perkantoran seakan tak pernah berhenti, bahkan semakin gencar. Seiring dengan itu, kebutuhan akan bahan bangunan terus meningkat, tidak hanya untuk konstruksi, tetapi juga untuk renovasi terhadap berbagai bangunan lama. Hal ini tentu saja membuka peluang usaha toko bangunan atau penyedia berbagai material yang dibutuhkan untuk bangunan, mulai dari kayu, besi, beton, triplek, paku, dan sebagainya. Meski terdengar sangat menguntungkan, membangun usaha ini juga perlu strategi tersendiri, agar usaha yang dijalankan dapat berkembang dan memberikan keuntungan yang sepadan.

Bacalah Artikel Peluang Dan Kelemahan Usaha Toko Bangunan ini :

Peluang Usaha Toko Bangunan

Usaha toko bangunan memang bermodal besar, tapi juga memberikan margin keuntungan yang tinggi. Bila sedang menerima proyek, keuntungannya bisa sampai 70%. Tak heran kalau hal tersebut membuat bisnis ini berpeluang besar untuk berkembang di tengah pembangunan yang sedang gencar dilaksanakan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang membuat usaha toko bangunan ini menarik dan layak dipertimbangkan sebagai salah satu peluang usaha :

  1. Pangsa pasarnya luas dan akan selalu ada, karena yang dijual adalah bahan untuk membangun properti, termasuk perumahan yang merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Bahan bangunan selalu dibutuhkan untuk konstruksi maupun renovasi.
  2. Proyek pembangunan gencar dilaksanakan di mana-mana, tidak hanya di perkotaan, namun juga di pedesaan atau daerah pinggiran yang ingin dikembangkan. Area yang dulunya berupa sawah dan ladang, lambat laun berubah menjadi pemukiman, ruko, dan sebagainya. Hal ini memunculkan kebutuhan yang meningkat terhadap material bangunan.
  3. Barang yang dijual tidak mengalami penyusutan nilai, bisa disimpan untuk jangka waktu lama dan tidak kadaluarsa. Pemilik toko bangunan bisa menyimpan puluhan kubik hebel dan juga batu bata di luar ruangan tanpa takut rusak karena panas dan hujan. Begitu juga dengan besi, baja ringan, pipa, keramik, cat, dan perkakas pertukangan lainnya yang awet disimpan. Hal ini tentu sangat menguntungkan dari segi penanganan dan perawatan. Dengan umur produk yang lama, maka bisnis toko bangunan bisa meminimalisir tingkat kerugian. Penjual hanya perlu memperhatikan jumlah stok barang.
  4. Barang yang dijual memang tidak dibutuhkan setiap hari layaknya makanan atau minuman, sehingga perputaran uangnya tidak terlalu cepat, namun peluangnya selalu ada. Dengan permintaan pasar yang terus ada, maka bisnis toko bangunan juga selalu memiliki pelanggan, dari yang hanya membeli dalam jumlah kecil, misalkan untuk keperluan perbaikan kerusakan di rumah, hingga yang membutuhkan material dalam jumlah besar dan kontinyu selama beberapa bulan, misalkan untuk pembangunan rumah.
  5. Harga bahan bangunan terus naik, sehingga potensi keuntungan akan semakin besar. Bisnis properti yang menggeliat membutuhkan material yang banyak. Bahkan, keuntungan bisa lebih tinggi dan berkelanjutan jika pemilik usaha penyedia material bangunan sudah menjalin kerjasama dengan kontraktor. Inilah alasan orang rela mengeluarkan ratusan juta untuk modal usaha bahan bangunan, karena jumlah profitnya bisa sangat besar.
  6. Karena membutuhkan modal besar, persaingan dalam usaha ini tidak terlalu ketat, karena tidak banyak orang yang mampu atau bermodal cukup untuk memulai usaha ini. Dalam suatu daerah, mungkin hanya terdapat satu atau dua toko material bangunan.
READ  5 Peluang Bisnis Di Tengah Wabah Pandemi Corona

Peluang Dan Kelemahan Usaha Toko Bangunan

Baca Juga: 9Tips Strategi Bisnis Toko Bangunan yang laris dan Untung

Resiko dan Kelemahan Usaha Toko Bangunan

Dalam menjalankan usaha, pemilik usaha sebaiknya tidak hanya fokus pada peluangnya saja, karena dalam setiap usaha pasti ada resiko dan tantangan yang harus dicari solusinya.

Berikut ini beberapa resiko atau tantangan yang harus dihadapi saat seseorang menjalankan usaha toko bangunan :

  1. Modalnya sangat besar, minimal ratusan juta. Butuh biaya yang besar untuk pembelian produk dan alat-alat penunjang lainnya.
  2. Lokasi harus di area yang strategis dengan luas lahan yang memadai, demi kelancaran usaha.
  3. Bisa jadi pemilik usaha akan mengalami masa sepi di bulan-bulan atau periode tertentu. Apabila usaha tidak dikelola dengan baik, bisa berdampak buruk untuk keberlanjutan bisnisnya.
  4. Tingginya biaya sewa tempat usaha yang strategis dan minimnya lahan luas di daerah perkotaan, terutama di lokasi yang strategis. Pemilik usaha harus pandai menentukan lokasi dan melihat peluang pasar.
  5. Naik-turunnya harga bahan baku yang dapat terjadi sewaktu-waktu, sehingga dapat berpengaruh pada biaya yang harus dikeluarkan dan keuntungan yang didapatkan.

Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Peluang Dan Kelemahan Usaha Toko Bangunan

SEMOGA ARTIKEL INI BERMANFAAT UNTUK ANDA 🙂

Download Aplikasi Pengelola Stok Barang dan Penjualan Toko Bangunan, Klik Disini !!

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.