Berikut Ini 4 Cara Menerapkan Down Selling Untuk Meningkatkan Penjualan Anda

down selling

Cara Menerapkan Down Selling, lawan dari up selling, adalah upaya menawarkan barang dengan harga yang lebih murah dari pada barang yang mau dipesan oleh calon pembeli di awal transaksi. Lho kok malah menawarkan barang yang lebih murah? Hmm… Jadi Begini ya…

Ada kalanya, jika Anda sedang mulai berjualan dan calon-calon pembeli ini belum mengenal atau belum terbiasa dengan Anda ataupun produk yang Anda tawarkan, maka akan sangat sulit sekali membuat mereka membeli produk Anda.

Oleh sebab itu, down selling diperlukan untuk membuat agar calon pembeli ini pada akhirnya mau membeli produk Anda, meskipun bukan produk utama yang Anda jual. Yang paling penting adalah bagaimana caranya agar mereka jadi membeli dan terbiasa membeli kepada Anda.

baca juga : Strategi pemasaran produk

Kalau sudah pernah atau terbiasa membeli, biasanya mereka akan lebih percaya dan lebih mudah membeli kembali kepada Anda suatu saat nanti ketika Anda menawari mereka produk utama Anda yang lebih mahal harganya.

Caranya adalah dengan menawarkan produk yang harganya lebih murah kepada calon pembeli yang masih ragu untuk membeli kepada Anda. Cara ini dinamakan down selling.

Sebenarnya down selling adalah salah satu teknik yang memang lebih sering digunakan oleh para penjual di toko konvensional. Namun, sebenarnya teknik pemasaran ini juga bisa diterapkan dalam penjualan online, lho.

Jadi, apakah kamu sudah penasaran dengan apa itu teknik down selling dan bagaimana cara efektif untuk menerapkannya?

Simak dengan baik – baik ya penjelasan yang ada di bawah ini, ya.

Apa sih Down Selling Itu?

down selling

Down selling adalah strategi untuk menawarkan produk alternatif yang lebih murah daripada produk awal yang diinginkan oleh pelanggan.

Sederhananya, seorang penjual yang melakukan teknik down selling akan memberikan penawaran produk yang lebih murah dari yang diminta oleh calon pelanggan.

Misalnya kamu datang ke sebuah toko yang menjual smartphone. Kemudian, kamu menanyakan ketersediaan dari smartphone dari brand A yang harganya memang cukup mahal. Setelah melakukan tanya jawab cukup lama dengan penjual, kamu masih belum bisa memutuskan untuk segera membelinya karena faktor anggaran dana.

Dengan menawarkan harga yang lebih murah, orang akan cenderung lebih mudah mengeluarkan uangnya. Toh, kalaupun mereka kecewa dengan kualitas produknya, uang yang mereka keluarkan pun tidak besar.

Misalnya lagi, jika Anda berjualan paket ayam geprek, dan Anda melihat bahwa calon pembeli Anda masih ragu untuk membeli, Anda bisa menawarkan agar paket menu ini dibeli terpisah.

Jika paket menu terdiri dari nasi dan ayam gepreknya, maka Anda bisa menawarkan si calon pembeli untuk membeli ayamnya saja tanpa nasi. Harganya tentu lebih murah.

baca juga : artikel tentang manajemen strategi

Biasanya, penjual akan menawarkan produk lain yang harganya lebih murah dan sesuai dengan anggaran. Penjual menggunakan teknik down selling agar kamu tidak meninggalkan toko dengan tangan kosong dan tetap melakukan pembelian.

Mereka akan meyakinkanmu untuk membeli produk itu. Meskipun produk yang ditawarkan tersebut memang kualitasnya lebih rendah, harganya masih sesuai dengan anggaran.

Terkadang sebagai pembeli kita memang membutuhkan rekomendasi dari penjual karena mereka yang lebih paham dengan produk yang dijualnya.

Tentunya, secara tidak sadar kamu sudah memiliki kepercayaan kepada penjual tersebut. Itulah mengapa down selling adalah salah satu teknik yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan loyalitas pelanggan.

Namun, menurut Chron ada satu hal yang perlu diperhatikan saat melakukan down selling yaitu kemampuan pelanggan saat membeli produk.

Misalnya, pelangganmu adalah orang-orang yang memang menyukai produk dengan kualitas premium, tentunya mereka tidak akan keberatan jika membeli barang yang mahal.

Jadi, sebelum melakukan teknik down selling sebaiknya pahami dahulu seperti apa karakteristik dari pelanggan.

Inilah cara Menerapkan Down Selling

down selling

Down Selling sendiri juga termasuk strategi marketing yang dapat digunakan di dalam berbagai bentuk, baik dalam penjualan dalam offline maupun dalam penjualan online

Down selling juga memiliki prinsip yaitu dengan menawarkan produk dengan harga yang lebih murah, kalimat ini sudah kita bahas buka di paragraph – paragraph sebelum nya. Nah, berikut ini cara menerapkan down selling deng baik.

  1. Sediakan Berupa Paket Produk

Seperti yang dijelaskan oleh para senior terdahulu, melakukan down selling dengan membuat paket produk yang dikurangi beberpa fitur didalam nya bisa lebih efektif dalam menarik pelanggan.

Paket produk dengan harga yang lebih terjangkau tentu dapat menarik perhatian konsumen. Apalagi jika produk tersebut memang sangat dibutuhkannya.

Misalnya, pada bisnis yang menawarkan layanan streaming, biasanya mereka akan menawarkan paket produk yang memiliki beberapa fitur.

Semakin murah paket produk tersebut, tentu fiturnya pun akan lebih banyak dikurangi. Hal ini sangat efektif karena dapat menjangkau pelanggan yang sebelumnya tidak mampu membelinya.

  1. Mengirim Pemberitahuan soal barang yang ditinggalkan di keranjang

Ada banyak alasan mengapa pelanggan mengabaikan barang belanjaan nya tersebut dan tidak segera melakukan pembelian. Menurut studi yang dilakukan oleh Baymard Institute, terdapat rata-rata sekitar 68,63% pelanggan yang mengabaikan barang yang ingin dibelinya di keranjang belanja.

Salah satu alasan nya adalah harga produk yang cukup mahal atau adanya biaya tambahan seperti biaya pengiriman. Supaya pelanggan bisa ingat dan segera melakukan pembelian, kamu bisa melakukan teknik down selling. Cobalah mengirimkan email pemberitahuan tentang barang yang tertinggal di keranjang belanja. Namun, jangan lupa lakukan down selling dengan memberikan penawaran berupa produk yang lebih murah dari yang diinginkan pelanggan.

  1. Membuat Saran Produk

Cara yang selanjutnya untuk melakukan down selling adalah dengan cara membuat saran produk yang ditargetkan. Menurut Optinmonster, di saat pelanggan menambahkan suatu produk ke keranjang belanja nya, disitulah anda coba tampilkan saran produk yang sudah ditargetkan.

Misalnya, pelanggan menambahkan produk baju atau barang yang lain nya ke keranjang belanjaan nya, tampilkan rekomendasi item lain dengan harga yang bervariasi utama nya harga yang murah dan terjangkau. Jadi, saat pelanggan merasa item yang akan dibeli nya terlalu mahal, ia bisa saja tertarik untuk membeli item lain yang telah anda rekomendasikan.

  1. Menggunakan exit intent pop up

Teknik yang digunakan di toko dan situs web daring untuk mempertahankan pengunjung yang akan meninggalkan situs. Dengan sembulan maksud keluar, gerakan mouse pengunjung dilacak, dan ketika kursor bergerak di luar batas halaman atas, jendela sembulan ditampilkan.

Dan juga Exit intent pop up sendiri dapat diartikan sebagai teknik yang sering digunakan oleh marketer untuk mempertahankan pengunjung yang akan meninggalkan website.

Pasti kamu pernah menemukan hal yang satu ini. Misalnya, saat akan meninggalkan suatu website, tiba-tiba muncul pop up yang menawarkan produk atau berlangganan newsletter.

Hal yang satu ini juga telah menjadi teknik down selling yang cukup populer. Pasalnya, hal itu bisa digunakan untuk menawarkan produk lain yang mungkin bisa membuat pengunjung tertarik.

Namun, pastikan pop up tidak muncul pada waktu yang salah sehingga kamu perlu mengaturnya dengan tepat.

Misalnya pop up hanya muncul pada pengunjung yang menghabiskan lebih banyak waktu di website yang menunjukkan bahwa mereka tertarik melakukan pembelian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.