keuntungan dan kerugian bisnis musiman Untuk Kamu yang masih Pemula

keuntungan dan kerugian bisnis musiman Pada musim-musim tertentu Anda tentu pernah melihat banyak pedagang yang menjual barang maupun jasa yang relatif sama, salah satu contohnya adalah mereka yang menawarkan jasa penukaraan uang beberapa hari menuju Idul Fitri. Begitu juga ketika bulan puasa Anda akan dengan mudah menemukan berbagai jajanan untuk berbuka puasa.

Tingginya antusiasme pembeli dengan perputaran uang yang cepat dan besar membuat Bisnis musiman menjadi salah satu peluang usaha yang sangat menjanjikan, tak jarang fenomena ini melahirkan para pedagang baru yang seringkali disebut dengan pedang musiman.

Tertarik dengan menjalankan bisnis ini? akan lebih baik jika Anda mengetahui terlebih dahulu mengenai kelebihan dan kekurangannya.

Macam – Macam Bisnis Musiman

Berdasarkan momen yang ada di Indonesia, bisnis musiman bisa dibagi dalam beberapa kelompok. Berikut beberapa diantaranya.

  1. Bisnis Musiman Berdasar Cuaca

Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki dua musim, yakni panas dan hujan. Pada musim kemarau, biasanya produk yang lebih laris makanan dan minuman segar seperti es krim, minuman kemasan, dan semacamnya. Ada juga bisnis alat pendingin macam AC, kulkas, termasuk jasa reparasinya.

Sedangkan di musim hujan, bisnis penjualan payung, jasa hujan, laundry, hingga reparasi rumah ternyata lebih laris. Sedangkan untuk kulinernya lebih kepada makanan hangat macam soto, bakso, dan semacamnya.

  1. Bisnis Musiman Berdasar Event

Pada momen ini, atribut-atribut bernuansa event yang bersangkutan seperti kaos, jaket dan suvenir menjadi produk andalan yang laris manis di pasaran. Event olahraga, misalnya, pihak restoran pun kebanjiran pengunjung jika membuka acara nonton bareng.

Lalu ada lagi event demokrasi. Di waktu ini, bisnis atribut pemilihan umum juga mendapat permintaan meningkat. Dari mulai spanduk, poster, kaos, dan lainnya mencatat peningkatan tinggi.

  1. Bisnis Musiman di Bulan Tertentu

Pada pertengahan tahun, yakni Juni dan Juli, merupakan awal tahun ajaran baru. Di waktu ini, bisnis seragam dan perlengkapan sekolah dan kuliah mengalami peningkatan yang signifikan. Selain Juni dan Juli, ada juga Agustus. Di waktu ini, bisnis produk bernuansa kemerdekaan juga menjamur dan laku.

  1. Bisnis Musiman Keagamaan

Nah, bisnis musiman yang satu ini adalah yang selalu ditunggu-tunggu. Saat Ramadan dan Idul Fitri, bisnis kuliner, pakaian, dan jasa transportasi meningkat drastis. Begitu pula dengan Idul Adha yang biasanya dibanjiri bisnis hewan kurban.

Lalu di pengunjung tahun, masyarakat Indonesia juga diwarnai dengan bisnis musiman yang berbarengan dengan momen Natal dan Tahun Baru. Dari mulai kuliner, pakaian, hingga sepatu ramai diminati masyarakat.

Keuntungan dan kerugian Bisnis Musiman

Dilansir dari usahapemula.com

Berikut adalah kelebihan bisnis musiman

  1. Lokasi Usaha Yang mudah

Secara umum lokasi akan sangat berpengaruh pada keberhasilan sebuah usaha, sehingga tidak jarang mereka akan mempertimbangkan lokasi dengan benar dan tepat yang akan disesuaikan dengan jenis usahanya mengingat usaha tersebut bersifat permanen. Hal ini sedikit berbeda ketika menjalankan Bisnis musiman , karena bersifat sementara menjalankan bisnis ini tidak terlalu direpotkan dalam mencari lokasi seperti halnya menjalankan bisnis tetap, Anda dapat berjualan dengan memanfaatkan mobil pribadi yang disulap menjadi sebuah outlet atau toko.

  1. Peluang Pasar tinggi

Musim atau peristiwa tertentu dapat memicu tingginya kebutuhan akan sebuah barang, sehingga banyak yang berlomba-lomba untuk menjual produk yang sedang dibutuhkan tersebut guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat.

  1. Omset tinggi

Musim atau event tertentu dapat mendorong tingginya kebutuhan pada sebuah barang. Akhirnya, banyak yang berlomba-lomba menyediakan barang tersebut. Peluang untuk laris pun terbuka lebar.

Nah, karena permintaan tinggi tadi, perputaran uang jadi lebih cepat. Alhasil kamu pasti akan mendapatkan omzet lebih banyak.

Kelemahan Bisnis musiman

Selain memiliki kelebihan, Bisnis musiman juga pastinya memiliki kerugian.

  1. Berumur Singkat

Menjalankan sebuah usaha yang dilatarbelakangi oleh sebuah pertistiwa tertentu biasanya akan berumur singkat, kegiatan jual beli akan semakin menurun seiring dengan berakhirnya trand tersebut. Dengan kata lain Bisnis Musiman bersifat sementara yaitu hanya terjadi pada satu musim selama setahun sehingga kecil kemungkinan untuk dapat dijalankan secara terus-menerus, mengingat musim terus berganti.

  1. Omset Menurun Seiring dengan Berganti Musim

Tidak menutup kemungkinan berjualan jajanan seperti kolak dihari-hari biasa juga akan mendapatkan pembeli namun tentu tidak sebanyak ketika menjualnya dibulan puasa sehingga omset yang didapatkan juga tidak begitu sebesar. Bergantinya musim berpengaruh besar pada bisnis ini, secara berangsur-angsur pembeli menjadi tidak tertarik lagi untuk menggunakan barang ataupun jasa tersebut karena kebutuhannya yang berubah salah satu contohnya adalah jika pada musim panas, minuman dingin begitu digandrungi maka ketika tiba musim penghujan maka minuman ini akan ditinggalkan.

  1. Butuh promosi yang ekstra

BIsnis Musiman berumur singkat, maka dengan waktu yang terbatas ini para pedagang dituntut untuk melakukan promosi dengan cepat agar dapat segera dikenal oleh masyarakat. Sehingga dapat merasakan berbagai keuntungan sebelum trand berakhir.

  1. Banyak Saingan

Tidak dapat dipungkir bahwa salah satu rintangan dalam menjalankan bisnis musiman adalah tingkat persaingannya yang relatif tinggi. Hal ini menuntut Anda untuk berpikir keras untuk membuat calon pembeli berbelanja ditempat Anda, mengingat banyak pedagang lainnya yang juga menjual barang yang sama dengan yang Anda jual.

Lalu bagaimana cara agar bisnis musiman kamu dapat bersaing?

Tips dan cara Bisnis musiman kamu dapat keuntungan

  1. Jual Produk yang Diminati

Anda harus peka terhadap peluang yang ada. Ketahui produk apa yang sedang hits atau populer di tengah masyarakat, dan juga yang sedang dibutuhkan oleh banyak orang.

  1. Kenali Target Pasar

Kenali target pasar atau konsumen potensial yang akan membeli produk Anda. Pahami apa yang mereka inginkan dan butuhkan agar Anda bisa menyiapkan strategi yang tepat untuk menjangkau mereka.

Contohnya, pada saat batu akik lagi naik daun. Batu akik memiliki banyak jenis, tapi hanya beberapa yang paling diburu oleh kolektor. Supaya laris manis, maka pedagang yang cerdas akan fokus memasarkan jenis batu akik yang paling disukai.

  1. Utamakan Kualitas

Banyak pebisnis yang memulai bisnis musiman dan menjual produk yang serupa, bahkan sama. Persaingannya sangat ramai, sehingga Anda mesti mengutamakan kualitas produk dan juga pelayanan agar konsumen mau memilih Anda.

Contohnya, pada masa Ramadan, banyak yang menjual makanan atau minuman untuk buka puasa. Maka dari itu, pastikan Anda menghadirkan kelezatan agar makanan atau minuman yang dijual bisa banyak yang suka.

  1. Harga yang Kompetitif

Jangan serakah dalam menetapkan harga karena mumpung produknya banyak yang cari. Ingat, Anda memiliki banyak pesaing, sehingga pastikan harga jualnya wajar dan mampu bersaing.

  1. Gencar Promosi

Anda mesti gencar dalam melakukan promosi agar banyak yang tahu bahwa Anda juga menjual produk yang mereka cari. Manfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan pemasaran bisnis Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.