5 Tips Sukses Berjualan Untuk Anda Yang Akan Menjadi Sales Canvasser

tips sukses menjadi sales canvasser

Tips Sukses Menjadi Sales Canvasser – Tips Praktis Berjualan yang saya maksud disini ialah dengan cara menggunakan Sales Canvasser. Tips ini sangat berguna sekali di tahun 2021 saat ini. Dengan menggunakan tips ini anda akan dapat dengan mudah membawa produk anda ke pasar.

Akan tetapi apabila anda melakukan nya dengan cara yang asal – asal an anda tidak akan dapat membawa prdouk anda ke pasar. Maka dari itu sangat diperlukan sekali strategi yang matang untuk melakukan Sales Canvasser.

Nah, disini saya akan membahas apa sih Sales Canvasser itu dan juga tips untuk menjadi sales canvasser.

Devinisi Sales Canvasser

sales canvasser

Sales Canvasser adalah orang yang menawarkan produk dalam suatu penjualan kepada pelanggan tanpa melalui kontak sebelumnya atau pertemuan yang dijadwalkan. Dengan begitu banyak-nya cara untuk menjangkau para pelanggan, hanya dengan strategi yang tepat, proses ini dapat menjadi cara yang efektif untuk membawa produk Anda ke pasar.

Tantangan seorang sales canvasser saat ini adalah bagaimana melipatgandakan target utama yaitu prospek baru untuk dapat memenuhi target penjualan perusahaan. Salah satu cara yang dapat dilakukan seorang sales untuk memenuhi hal ini yaitu Canvassing.

Tugas utama Sales canvassing adalah melakukan kunjungan langsung ke target prospek untuk melakukan penjualan. Dengan cara kerja seperti ini, interaksi antara Sales dan Pelanggan atau calon pelanggan akan lebih menarik yang membuat pelanggan akan merasa lebih dihargai. Sales canvassing akan berinteraksi secara pribadi, sehingga Pelanggan tau siapa yang dapat membantu ketika mereka membutuhkannya.

Selain itu, Sales canvassing juga memiliki tugas untuk mengambil pesanan, menerima pesanan, hingga menerima pembayaran dari Pelanggan. Akan tetapi ada beberapa perusahaan yang membedakan hal tersebut berdasarkan tugas dan fungsinya.

Canvassing adalah salah satu kegiatan penjualan untuk berkomunikasi langsung dengan pelanggan atau calon pelanggan. Komunikasi yang dilakukan dapat melalui telepon dan email, atau mengunjungi tempat pelanggan.

baca juga : 6 tips menjaga loyalitas pelanggan

Canvassing merupakan kegiatan penjualan yang memberikan peluang untuk menghasilkan uang, jadi dalam hukum propabilitas semakin sering melakukan canvassing akan semakin banyak terjadi komunikasi dan akan meningkatkan kemungkinan terjadinya penjualan.

Dan juga dibutuhkan sifat yang tidak mudah menyerah, fokus pada tujuan, mudah bergaul dengan banyak orang dan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar untuk menjadi seorang Sales Canvassing.

Hal ini dikarenakan kebanyakan pekerjaan Sales Canvassing lebih banyak dilapangan dan bertemu dengan banyak orang untuk tetap dapat memenuhi target penjualan yang telah ditetapkan Perusahaan.

Emang apa sih tugas seorang sales canvasser itu? Ok baiklah simak kelanjutan nya dengan seksama!

Tugas Sales Canvasser

tugas sales canvasser

  1. Menghubungi Pelanggan Diwaktu Tertentu

Sebagai seorang canvasser, maka akan dimungkinkan untuk menghubungi pelanggan di waktu tertentu seperti kala terjadi promosi dan penawaran lainnya.

  1. Melaksanankan kegiatan penjualan melalui berbagai media

Tugas utama seorang canvasser adalah melaksanakan penjualan kepada konsumen melalui berbagai media, seperti email, telepon, hingga mendatangi kediaman konsumen. Hal ini karena mereka tentu memiliki target terhadap penjualan tersendiri.

  1. Menghadiri berbagai kegiatan atau event – event tertentu

Seperti yang diketahui, event merupakan salah satu cara perusahaan untuk dapat lebih dekat dengan calon konsumen.

Oleh karenanya, tugas seorang canvasser adalah menghadiri berbagai event untuk dapat menawarkan produk atau jasa, sehingga meningkatkan penjualan.

Setelah itu bagaimana cara kerja sales canvasser dan skill apa saja yang diperlukan?

Tips Sukses Menjadi Sales Canvasser

  1. Tentukan Target Pasar

Salah satu alasan yang membuat penjualan canvassing salah adalah tidak memiliki target pasar. Ketika orang mendengar kata sales canvassing atau cold call, mereka membayangkan untuk melakukan panggilan telepon ke ratusan orang dalam sehari.

Sales canvassing bukan hanya tentang memanggil orang yang tepat. Misalnya, jika Anda menawarkan kursus Digital lalu Anda menelepon dan berbagi informasi dengan target yang bukan dari generasi muda, maka jelas tingkat keberhasilan Anda akan tidak maksimal.

Oleh karena itu, rencanakan dan cari informasi tentang target pasar Anda serta kumpulkan data orang-orang yang relevan kemudian mulai lakukan komunikasi.

Anda dapat juga memulai dengan membuat daftar fitur utama produk Anda dan meng-highlight manfaat masing-masing. Kemudian, mulailah menganalisa tentang siapa saja yang akan terbantu dengan manfaat tersebut.

baca juga : 5 jenis biaya pengelolaan bisnis

Perlahan tapi pasti, Anda telah membuat persona konsumen yang terperinci. Dengan ini, Anda akan dapat menarik lebih banyak pelanggan, daripada jika Anda mencoba untuk menargetkan semua orang.

  1. Melakukan Follow-up

Jika komunikasi penjualan dengan pelanggan Anda tidak berhasil, ada banyak cara untuk tetap berhubungan dengan mereka. Anda dapat menemui secara langsung, mengirim email, panggilan telepon, atau melalui email. Anda harus menjaga hubungan yang baik dengan mereka tetapi pastikan untuk tidak berlebihan.

Canvassing pada dasarnya adalah komunikasi secara langsung kepada pelanggan yang belum Anda ketahui, yang paling penting saat melakukan canvassing adalah kegigihan. Mungkin terlihat sangat mirip dengan memaksa, tetapi kegigihan menunjukkan kepada pelanggan bahwa Anda berdedikasi dan termotivasi untuk bekerja dengan mereka.

  1. Selalu meng-Update Narasi Skrip Canvassing anda

Narasi skrip dibuat agar pekerjaan Anda menjadi lebih mudah sesuai dengan aturan yang dibuat berdasarkan prinsip-prinsip yang telah terbukti bekerja. Sangat penting untuk tetap melakukan komunikasi agar dapat membangun kepercayaan dengan pelanggan sehingga ketika Anda meminta janji temu, itu seperti permintaan dari teman tepercaya.

Luangkan waktu Anda untuk membuat sendiri narasi skrip sesuai kejadian di lapangan, sambil mengikuti skrip dasar yang telah diajarkan manajer Anda. Anda bukan robot dan prospek potensial menginginkan berbicara dengan manusia yang supel. Jadi, personalisasi keterlibatan Anda dengan pelanggan.

Buat terobosan kecil yang sesuai dengan kepribadian Anda untuk ditunjukkan kepada pelanggan yang telah Anda identifikasi dan berikan pemahaman bagaimana produk atau layanan Anda akan menyelesaikan masalah utama mereka.

  1. Menggunakan Otomatisasi Untuk Input Data

Untuk para canvasser yang sedang termotivasi, tidak ada yang lebih menyebalkan daripada tenggelam dalam pekerjaan administrasi.

Mengapa? karena hal tersebut dapat meminimalisir waktu mereka untuk berinteraksi dengan lebih banyak calon pelanggan. Di sinilah solusi penjualan perangkat lunak (software) dapat membantu mereka menjadi lebih produktif.

Kunci keberhasilan sebuah perangkat lunak adalah ketika mempermudah penggunanya, dalam hal ini, sales canvasser yang selalu dalam perjalanan. Perangkat lunak seperti Sistem Manajemen Distribusi

Advotics mengotomatiskan banyak pekerjaan yang sebelumnya harus dilakukan manual oleh canvasser. Pendekatan yang telah terbukti ini akan mengubah tugas yang boros kertas menjadi proses yang modern dan hemat biaya.

Semua data terenkripsi seperti pesanan penjualan, faktur, pembayaran, dan laporan lainnya diunggah dengan aman ke cloud dan dapat dicetak di tempat jika diperlukan.

Sebagian besar digunakan untuk pesanan penjualan dan faktur, perangkat lunak ini terintegrasi dengan printer bluetooth portable sehingga canvasser dapat mencetaknya langsung di lokasi pelanggan.

  1. Selalu Gigih dan Tetap Semangat

Canvassing pada dasarnya adalah cold calling secara tatap muka, yang paling penting untuk diingat adalah kegigihan. Kadang akan mungkin terlihat sangat mirip dengan memaksa, tetapi kegigihan menunjukkan pelanggan bahwa Anda berdedikasi dan termotivasi untuk bekerja sama dengan mereka.

Jika pelanggan menolak proposal awal Anda, mereka mungkin belum membutuhkannya, belum memiliki anggaran, atau tidak tertarik.

Jika kontak awal pertama Anda sepertinya tidak berhasil, ada banyak cara untuk tetap berhubungan dengan mereka. Anda dapat datang lagi secara langsung, mengirim email, panggilan telepon atau melalui referral. Anda harus menjaga hubungan yang baik dengan mereka tetapi pastikan untuk tidak berlebihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.