Apa Itu Ecopreneur ? Mengenal ecopreneur dan 3 karakteristiknya

Apa Itu Ecopreneur– Ecopreneur mungkin adalah istilah yang terdengar mirip dengan entrepreneur.

Ya, tidak heran, karena ecopreneurship sebenarnya tidak jauh beda dengan entrepreneurship.

Ecopreneur merupakan sosok yang sebenarnya dibutuhkan di dunia bisnis saat ini meskipun istilahnya belum dikenal orang banyak.

Pasalnya, kini semakin banyak masyarakat yang memperhatikan isu lingkungan dan ingin bisnis-bisnis pun melakukan hal yang sama.

Download Aplikasi Kasir Pengelolaan Data Bisnis Anda, Klik Disini !!

apa itu Ecopreneur ?

apa itu Ecopreneur ? Ecopreneurship yaitu sebuah entrepreneurship yang mengacu pada aktifitas usaha dengan kegiatan yang memberikan manfaat dan memberikan perhatian lebih dan khusus terhadap kelestarian lingkungan.

Sebuah ecopreneurship adalah sebuah enterprise (kewirusahaan) yang melakukan berbagai upaya untuk menjaga lingkungan baik air, udara maupun tanah. Seorang ecopreneur melihat lingkungan sebagai sesuatu yang harus dilestarikan dan dijaga. Sebuah ecopreneurship dapat menghasilkan pendapatan sehingga membuat kegiatannya berlanjut.

Jadi, ecopreneur yaitu wirausaha yang peduli terhadap masalah lingkungan dan kelestarian lingkungan. Maka dalam menjalankan kegiatan usahanya, mereka juga selalu memperhatikan daya dukung lingkungan dan berusaha meminimalisirkan dampak dari hasil kegiatannya terhadap lingkungan. Ecopreneurship menyangkut 3 (tiga) dimensi penting yaitu masyarakat dan sosial, ekonomi dan ekologi/lingkungan (Murniningtyas, 2014 : 102).

Ecopreneurship berasal dari 2 (dua) kata yaitu eco dan entreprenuer. Eco diambil dari kata ekologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Sedangkan preneur berasal dari kata Entrepreneurship yaitu kewirausahaan.

Entrepreneur dan Entrepreneurship mempunyai makna yang berbeda, entrepreneur yaitu setiap orang yang bertindak untuk mengubah kondisi sekarang dan meraih tujuan di masa depan dalam bidang kewirausahaan. Sedangkan entrepreneurship (kewirausahaan) yaitu kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses (Alma, 2010 : 33).

Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dengan berpikir kreatif dan bertindak inovatif dalam menciptakan peluang.

Konsep dan tujuan Ecopreneur

Berdasarkan penjelasan mengenai apa itu ecopreneur Diatas, Konsep dari ecopreneur adalah salah satu konsep pengolahan dan produksi meterial yang di upayakan untuk selalu ramah lingkungan. Yang menjadi tujuan dalam melestarikan lingkungan melalui pengolahan produk ecopreneur tidak hanya dalam makna Hidup Hijau, mengurangi pemanasan gobal, namun juga untuk mengehemat energi yaitu dengan melakukan empat prinsip ecopreneur dalam melakukan produk usahanya :

    1. Reduce (mengurangi)melakukan penghematan sumber daya, seperti listrik, air,bahan bakar, kertas, dan lainnya.
      Serta mengurangi penggunaan bahanbahan yang membahayakan lingkungan serta makhluk hidup maupun bahan-bahan beracun. Sebisa mungkin meminimalisir barang atau material yang kita pergunakan.
    2. Reuse (memakai kembali), menggunakan kembali sumber-sumber daya yang telah digunakan untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas. Misalnya : menggunakan kertas bekas, memanfaatkan kembali barangbarang bekas, dan memanfaatkan energi dari kompresor AC untuk pemanas air. Pilih barang-barang yang masih bisa dipakai kembali. Hindari barang yang sekali pakai, langsung buang.
    3. Recycle (mendaur ulang), mendaur ulang penggunaan air, merubah bentuk dan memanfaatkan kembali limbah dan sampah dan barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi bisa di daur ulang.
    4. Upcycle, memberikan manfaat yang lebih baik dan baru untuk produkproduk yang tadinya sudah tidak terpakai lagi.

Manusia hidup di bumi tidak sendirian, melainkan bersama mkhluk lainnya, seperti tumbuhan, hewan dan jasad renik.
Mereka bersifat simbiosis mutualisme. Salah satu keuntungan yang bisa diambil manusia adalah dari lingkungan hidup yaitu memanfaatkannya menjadi sebuah ladang usaha yang bisa menghasilkan keuntungan.

Jadi ada saling ketergantungan antara manusia dengan lingkungan. Seperti yang kita ketahui, manusia akan senantiasa melahirkan generasi penerus yang juga butuh menikmati energi. Jika kita sekarang boros, energi akan cepat habis sehingga anak cucu kita nanti akan kesulitan.

Adapun cara menghemat energi yaitu :

      1. Menggunakan energi seperti gas, listrik, BBM seperlunya
      2. Mematikan lampu dan alat elektronik yang tidak digunakan
      3. Menggunakan daya yang rendah
      4. Mengembangkan energi altenatif terbarukan guna mengurangi penggunaan energi tak terbarukan.

 Keuntungan Ecopreneurship

Dengen mengetahui Apa Itu Ecopreneur kita akan membahas keunggulannnya.

Ecopreneur memiliki keunggulan dibanding entrepreneur biasa dengan membangun hubungan yang bermanfaat dengan bisnis-bisnis lainnya, organisasi komunitas, bahkan pemerintah.

Saat ini, tren konsumen dan stakeholder lainnya telah bergerak menjadi lebih sadar akan dampak lingkungan.

Oleh karena itu, dengan membangun bisnis yang peduli dengan lingkungan, kamu justru dapat memperbesar kesempatan dan keuntungan.

Kamu bahkan punya kemungkinan mendapat dukungan serta pendanaan dari kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan dan diuntungkan dari visi ecopreneur.

Menurut NBS, ecopreneur mendapatkan lebih banyak pendanaan dibanding bisnis lainnya.

Selain itu, pengeluaran operasi bisnis pun lebih rendah karena terjadi pengurangan pembuangan energi maupun bahan baku semaksimal mungkin.

Kendala Ecopreneurship

Selain keuntungannya yang cukup banyak, ecopreneurship juga memiliki tantangannya tersendiri.

Beberapa tantangan menjadi seorang ecopreneur adalah minimnya informasi dan terbatasnya pengetahuan orang-orang di dunia bisnis tentang hal ini.

Selain itu, tidak terlalu mudah menemukan orang yang benar-benar peduli terhadap isu lingkungan. Pasalnya, masih lebih banyak pebisnis yang berorientasi keuntungan saja.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa kendala utama yang akan dihadapi ecopreneur adalah kurangnya kesadaran, sosialisasi dan pengetahuan.

Selain itu, ada pula kendala minimnya bimbingan dan dukungan dalam implementasi standar bisnis berbasis lingkungan yang baik, contohnya ISO 14000.

Karakteristik Model Bisnis Ecopreneurship

Dilansir dari Sustainable Entrepreneurship Project, studi oleh Lutz E. Schlange menyimpulkan bahwa karakteristik utama dari ecopreneur adalah fokus pada aspek ekologi.

Fokus pada aspek itu jauh lebih kuat dibanding entrepreneur biasa yang hanya memiliki tujuan untuk menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya.

Selain itu, studinya menemukan karakteristik lainnya yang penting bagi model bisnis dengan prinsip ecopreneurship yaitu ekonomi dan sosial atau etika.

      1. Ekonomi

Karakteristik ini merujuk pada seluruh aktivitas ekonomi perusahaan. Karakteristik ini memperhatikan beberapa proses yaitu input, transformasi, dan output.

Pada tahap input, indikator yang harus diperhatikan adalah penyediaan dari pemasok.

Sebagai ecopreneur, kamu harus mengetahui sumber bahan baku yang digunakan oleh bisnismu. Apakah sudah sesuai dengan ketentuan bisnis ramah lingkungan?

Kemudian, pada tahap transformasi, bisnis harus memiliki rencana jelas untuk perkembangan jangka panjang yang juga meliputi potensi pertumbuhan secara ekonomi dan inovasi.

Misi perusahaan harus bertujuan untuk membangun bisnis yang berkelanjutan, dan hal ini harus dianut oleh seluruh sistem perusahaan.

Tak hanya itu, semua orang yang terlibat dalam bisnis seorang ecopreneur harus memiliki pemahaman dan tujuan yang sama pula.

Pada tahap output, indikator utamanya adalah kooperasi dan hubungan yang berkelanjutan dengan mitra bisnis yang mendukung kredibilitas perusahaan sebagai agen keberlanjutan.

      1. Ekologi

Pada proses ini, indikator pada tahap input adalah transportasi, di mana sistem yang digunakan harus ramah lingkungan.

Pada tahap transformasi, fokusmu sebagai ecopreneur adalah penggunaan energi.

Sebisa mungkin, gunakan sumber energi alternatif dan peningkatan efisiensi konsumsi energi.

Selain itu, sangat penting bagi bisnis ramah lingkungan untuk mengurangi emisi dan racun atau kontaminasi pada limbah sebelum dibuang ke lingkungan.

Sementara, untuk proses output, indikator yang harus diperhatikan adalah siklus hidup produk yang sesuai dengan kaidah ekologi agar menghasilkan limbah seminimal mungkin.

      1. Sosial/etika

Ecopreneur juga harus memperhatikan aspek sosial, seperti kesetaraan kesempatan bagi semua gender dan kelompok masyarakat lainnya serta membuka kesempatan bagi pekerja dengan keterbatasan fisik.

Para pekerja perusahan seorang ecopreneur harus memiliki kesempatan yang sama dan diberi penghargaan yang sesuai.

Selain itu, kamu juga harus memastikan bahwa lingkungan kerja perusahaanmu aman dan sesuai dengan standar-standar yang sudah ditetapkan.

Hal ini penting agar terjadi keberlanjutan yang ideal bagi seluruh sistem dan stakeholder perusahaan.

Setelah anda mengetahui Apa Itu Ecopreneur dari artikel ini saya harap artikel ini dapat membantu anda kedepannya terimakasih

Download Aplikasi Kasir Pengelolaan Data Bisnis Anda, Klik Disini !!

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.