Apa itu Foodpreneur? Dan 4 tips menjadi foodpreneur

Foodpreneur- Saat ini banyak inovasi yang kita temui di bisnis makanan, mulai dari cara penyajian yang unik, varian rasa yang lebih beragam, hingga lokasi bisnis yang menarik untuk dikunjungi. Citarasa dan kreativitas yang tersaji itu tidak hadir begitu saja, tetapi lahir dari ide inovatif para foodpreneur.

Namun pertanyaannya bagaimana untuk menjadi foodpreneur yang sukses? Karena kita melihat bahwa mayoritas pelaku UKM bergerak di bidang F&B, sehingga jelas kompetisinya sangat ketat dan keras. Yuk, kita belajar bersama di artikel Kamus Bisnis ini mengenai karakteristik yang harus dimiliki foodpreneur untuk bisa terus naik kelas.

Definisi

Foodpreneur atau food entrepreneur adalah wirausaha yang mengelola bisnis di bidang makanan dan minuman. Kategori bidang ini sendiri sangat beragam, mulai dari makanan dan minuman kemasan hingga yang siap dikonsumsi di cafe dan restoran. Jenis bisnis yang masuk dalam kategori garapan foodpreneur antara lain: bisnis kuliner, minuman siap saji, makanan dan minuman olahan, makanan dan minuman kemasan, mengelola franchise, dan menjadi distributor.

Bisnis makanan dan minuman memang salah satu bisnis yang paling bertahan, meski dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil sekalipun. Alasan sederhananya, makanan dan minuman adalah kebutuhan primer manusia sehingga bisnis ini akan selalu dibutuhkan. Walaupun sempat terpukul selama pandemi, sektor ini kembali membaik pada pertengahan 2020. Badan Pusat statistik  mencatat jika sektor bisnis ini sudah mengalami pertumbuhan positif sebesar 0,22% ketika sektor lainnya masih negatif. Ini menunjukkan sektor bisnis makanan dan minuman relatif aman dalam jangka panjang.

Download Aplikasi Kasir Untuk FoodPreneur, Coba Gratis Klik Disini !!

Skill dan Pengetahuan Untuk Foodpreneur

Syarat utama menjadi seorang foodpreneur adalah punya passion di bidang makanan atau minuman sehingga mengerti standar rasa enak yang disukai konsumen. Orang yang memang tertarik di bidang santap menyantap dan pernah mencicipi berbagai masakan, pasti akan mengerti perbedaan rasa. Ini dapat meningkatkan rasa percaya diri ketika kita menawarkan produk makanan dan minuman kepada konsumen.

Kemampuan mengolah dan menyajikan makanan adalah nilai tambah. Seorang foodpreneur yang punya passion di bidang makanan/minuman dilengkapi dengan kemampuan memasak sudah memiliki modal yang cukup. Kabar baiknya, memulai bisnis makanan tidak harus punya modal besar. Terkadang bisnis di bidang ini dimulai dari sebuah ketekunan, melalui proses uji coba di dapur milik pribadi lalu menawarkan produk makanan yang sudah jadi kepada orang-orang terdekat seperti teman dan kerabat.

Jika ingin melihat contoh seorang foodpreneur yang cukup sukses, kisah Rimayanti Wardani bisa kita jadikan inspirasi. Dengan produk sambal Roa Judes yang sudah diekspor ke berbagai negara, siapa sangka dulu ia memulai bisnis kecil-kecilan dari dapur rumahnya.

Lebih lanjut, jika ingin usaha terus berkembang, kita harus meluangkan waktu untuk mengasah gergaji, yaitu melengkapi diri dengan skill dan pengetahuan kewirausahaan. Kalau hanya sibuk memproduksi dan menjual, lalu lupa mengembangkan kapasitas diri, kita hanya akan berkutat di level yang sama dan sulit naik kelas. Seorang foodpreneur perlu melengkapi dirinya dengan pengetahuan berikut :

  1. Membuat rencana usaha. Sebelum memulai, seorang foodpreneur haruslah menyusun konsep usaha yang akan dijalankan. Ia perlu menentukan jenis dan varian produk yang akan ditawarkan, harga jual, bagaimana cara menjualnya, media promosi, saluran penjualan, estimasi pendapatan, dan juga biaya yang dikeluarkan.
  2. Mengelola keuangan sederhana. Kunci keberhasilan bisnis ada di manajemen keuangan usaha. Seorang foodpreneur perlu tahu bagaimana mengelola keuangan yang baik, yaitu dimulai dengan mencatat pengeluaran dan pemasukan usaha secara tertib, melakukan perhitungan laba dan rugi, serta memisahkan keuangan usaha dan pribadi.
  3. Riset pasar. Sebelum menawarkan produk kepada pasar, ada baiknya seorang foodpreneur mengetahui bagaimana kondisi pasar dan karakteristik pembeli agar dapat menjual produk yang sesuai dengan keinginan pembeli. Riset pasar bisa dilakukan dengan dua cara yaitu dengan mengumpulkan data secara langsung dan mengumpulkan data dari sumber yang sudah ada.
  4. Merencanakan pemasaran. Elemen penting dalam penjualan adalah pemasaran. Untuk menginformasikan produk kepada konsumen, seorang foodpreneur harus merencanakan strategi pemasaran yang efektif seperti merancang identitas produk dan menentukan media promosi yang tepat.
  5. Mengetahui regulasi dan perizinan. Seorang foodpreneur juga perlu mengetahui informasi tentang regulasi dan perizinan. Misalnya, kalau ingin membuka usaha kafe, apa saja izin yang dibutuhkan agar usaha dapat berjalan secara legal. Atau kalau ingin memproduksi dan mengedarkan makanan kemasan, produk yang akan ditawarkan seminimal mungkin harus memiliki izin P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga), lalu dilengkapi dengan Sertifikasi BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan Sertifikasi Halal.

Download Aplikasi Kasir Untuk FoodPreneur, Coba Gratis Klik Disini !!

Bagaimana cara untuk menjadi foodpreneur

Jika Anda ingin memulai perjalanan sebagai foodpreneur Anda, Gaurav Bahl (2019) Co-Founder dari Koolchas dalam artikel berjudul ‘How to Be a Successful Foodpreneur?’ menuliskan beberapa petunjuk atau tips penting cukup membantu:

Pertama; menemukan Niche (ceruk pasar)

Bagi anda yang pendatang baru, berusaha tampil sangat menarik, atau menawarkan beragam item yang tidak jelas pada menu Anda sebenarnya bukan strategi terbaik. Preferensi masakan Anda dapat membantu Anda menemukan target audiens yang akan menghargai makanan yang paling Anda tawarkan.

Setelah Anda menemukan basis preferensi makanan itu, Anda perlu memulai penelitian Anda. Lihatlah tren makanan saat ini yang akan membantu Anda dalam merumuskan resep-resep yang sempurna dan juga berbagai buku tentang hidangan.

Bahkan, Anda juga bisa memanfaatkan media sosial untuk  meningkatkan keuntungan Anda; dimana salah satu cara terbaik untuk melacak perubahan tren makanan adalah dengan mengamati perkembangan di Instagram dan Facebook.

Kedua; Buat sendiri Unique Selling Point (USP)

Ada kalanya ceruk pasar yang anda masuki sudah memiliki banyak penawaran, sehingga membuat Unique Selling Point akan menjadi kunci sukses anda dalam menarik konsumen. Anda dapat mengambil contoh pengusaha yang memadukan menawarkan produk makanan sambil menargetkan konsumen remaja yang punya gaya hidup begadang hingga larut malam. Dimana konsumen semacam ini selalu mencari merek yang dapat menawarkan mereka makanan berkualitas. Memasarkan produk dengan Unique Selling Point kepada mereka misalnya menggunakan opsi paket pesanan tengah malam (midnight delivery options) dapat meningkatkan keuntungan Anda.

Ketiga; Pelajari Kompetisi yang Anda Masuki

Ini tentu nasihat klasik, namun selalu jadi saran yang benar-benar tidak boleh dilewatkan- mengidentifikasi pengusaha makanan lainnya dengan penawaran serupa dan kemudian mengunjungi restoran mereka memberi Anda wawasan yang tak ternilai tentang apa yang bisa Anda lakukan terhadap produk makanan Anda.

Terlepas dari itu, Anda juga perlu melihat strategi pemasaran pesaing Anda untuk memahami pasar dengan lebih baik dan kemudian memanfaatkan informasi tersebut.

Keempat; Strategi Harga – Kemasan dan Prototipe

Setelah Anda merancang menu Anda, Anda perlu memastikan bahwa Anda memiliki selera yang akan membantu Anda menilai apakah makanan Anda sebaik yang Anda pikirkan. Undang teman dan keluarga dan minta mereka untuk secara jujur mengatakan kritik mereka.

Setelah Anda siap dengan menu yang sempurna, maka harga dan kemasan Anda yang akan memastikan produk bisa terjual. Anda tidak dapat mematok harga terlalu mahal sehingga konsumen akan memilih melakukan sekali beli atau makan di restoran anda, mereka tidak akan melakukan pembelian ulang. Di sisi lain, Anda tidak bisa memberi harga sangat rendah sehingga Anda tidak memiliki margin keuntungan yang memadai.

Studi pasar secara cepat akan membantu Anda memahami tarif yang sedang berlaku secara umum dan memahami bagaimana Anda dapat menentukan sendiri harga yang terbaik bagi produk anda.

Terakhir namun tidak kalah pentingnya adalah kemasan, ini terutama berlaku ketika Anda menawarkan produk yang diletakkan di rak pajangan dan produk yang berjenis takeaway (beli, bayar, bawa pergi) . Jika demikian, maka kemasan kreatif adalah sesuatu faktor yang akan menarik minat dan akan meninggalkan kesan yang tak terhapuskan di benak pelanggan Anda.

Download Aplikasi Kasir Untuk FoodPreneur, Coba Gratis Klik Disini !!

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.