Inilah Pentingnya Peranan Dari OJK Dalam Menangani Investasi Abal Abal

peran pentinng ojk

Peran penting OJK – Dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (UU OJK), wewenang dan tugas OJK adalah mengawasi Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di sektor pasar modal, sektor industri keuangan non bank (seperti : asuransi, dana pensiun, perusahaan pembiyaan, dll) dan mulai tahun 2014 juga akan mengawasi sektor perbankan (Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat).

Perusahaan atau pihak yang melakukan penawaran investasi ilegal hampir sebagian besar bukanlah Lembaga Jasa Keuangan (LJK) sehingga Perusahaan atau pihak tersebut tidak terdaftar dan diawasi oleh OJK. Dengan demikian OJK tidak dapat memastikan aspek legalitas dari perusahaan tersebut.

Terkait dengan hal tersebut, dalam upaya untuk ikut serta melawan tawaran investasi ilegal yang merugikan dan meresahkan masyarakat, sebagai contoh OJK memiliki dua strategi, yaitu:

Melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai karakteristik kegiatan penghimpunan dana dan pengelolaan investasi ilegal Knowledge sharing dengan penegak hukum dan regulator di daerah.

  • Represif

Membantu melakukan upaya koordinatif antarinstansi terkait untuk mempercepat proses penanganan melalui kerangka kerjasama Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana dan Pengelolaan Investasi atau yang lebih dikenal dengan Satgas Waspada Investasi.

Kasus-kasus dan pengaduan masyarakat terkait investasi ilegal yang dilaporkan ke OJK akan dikoordinasikan dengan Satgas Waspada Investasi untuk penanganannya.

Sebelum kita membahas tentang peranan penting OJK dalam mengatasi investasi bodong atau abal abal, alangkah baiknya kita mempelajari terlebih dahulu penyebab atau pemicu maraknya masyarakat Indonesia melakukan investasi.

Pemicu Maraknya Investasi Pada Masyarakat

  1. Masyarakat Mudah Tergiur Dengan Keuntungan

Dengan banyak nya testimoni yang didapatkan oleh para investor, banyak sekali masyarakat indonesia yang mudah sekali tergiur atas keuntungan tersebut, tanpa memikirkan strategi apa yang harus digunakan dalam berinvestasi. Hal ini cenderung membuat mereka tidak teliti terhadap suatu produk investasi. Mereka memberikan kesempatan kepada oknum -oknum tertentu untuk membuat suatu produk investasi ilegal dengan penawaran yang jauh lebih menguntungkan dan menjanjikan, dibanding dengan investasi legal pada umumnya.

Baca juga : 9 keuntungan investasi emas yang bikin setiap orang menggila

  1. Tingkat Literasi Keuangan Masyarakat Yang Masih Rendah

Berdasar Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) ketiga yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2019, indeks literasi keuangan mencapai 38,03%. Meskipun meningkat dibanding pada tahun 2016 yang hanya 29,66% penduduk Indonesia yang tergolong well literate, jumlah ini masih menjadi permasalahan yang harus lebih diperhatikan pemerintah. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang investasi dan perbankan yang benar sehingga mereka mudah tergiur dalam jebakan investasi bodong.

  1. Masyarakat Memiliki Keinginan Yang Tinggi Untuk Berinvestasi

Tetapi adanya prosedur yang ditetapkan oleh entitas investasi legal dinilai masih terlalu rumit, maka masyarakat cenderung tergiur investasi bodong.

OJK sebagai lembaga resmi, di dalam Pasal 5 UU Nomor 21 Tahun 2011 dijelaskan bahwa lembaga ini berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan. Artinya, bahwa OJK wajib ambil bagian dalam penanganan perkara investasi ilegal. Karena, ini menyangkut suatu kegiatan di sektor jasa keuangan.

Perusahaan investasi ilegal bukan merupakan bagian dari lembaga perbankan ataupun non-perbankan yang diawasi OJK, namun OJK punya kepentingan atas perlindungan konsumen dan masyarakat sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 4 huruf C Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan.

Download Aplikasi Kasir Toko, Klik Disini !!

Peran Penting OJK

peran pentinng ojk

Dengan adanya OJK kini masyarakat dapat terlindungi dari yang nama nya investasi bodong atau abal abal. Berikut ini beberapa peranan penting OJK dalam melindungi masyarakat.

  1. Sebagai Langkah preventif OJK memberikan Informasi

Dengan adanya edukasi dan diskusi kepada masyarakat terhadap karakteristik, produk, dan layanan di sektor jasa keuangan. Dengan memberikan informasi dan edukasi, masyarakat  akan mengetahui karakteristik dan produk di sektor jasa keuangan.

Menggiatkan sosialisasi mengenai pemahaman investasi, termasuk membedakan antara investasi legal dan ilegal. Kegiatan sosialisasi harus dilakukan dengan lebih merata, dengan memperkuat koordinasi vertikal dari pusat hingga ke level daerah.

  1. Melakukan Sosialisasi Tentang Karakteristik

Sosialisasi program pencegahan tindakan melawan hukum dalam penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi ini bertujuan untuk menginformasikan dan mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap tawaran penanaman dana dan upaya pengelolaan investasi yang dilakukan oleh pihak-pihak.

Otoritas Jasa Keuangan juga melakukan edukasi ke beberapa Perguruan Tinggi dengan mengadakan acara seminar atau Focus Group Discussion (FGD) atau mengadakan tele conference dan Otoritas Jasa Keuangan juga mengundang ahli untuk diskusi pengkayaan bahan sosialisasi khususnya pemahaman mengenai investasi ilegal.

Baca juga : 4 cara mendapatkan uang dari bitcoin

Disamping itu , Otoritas Jasa Keuangan juga mengadakan gathering media, yaitu dengan cara mengundang wartawan dari berbagai media untuk mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai pemahaman investasi khususnya mengenai pencegaan investasi ilegal yang ada di masyarakat. Hal tersebut dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan dimaksudkan agar memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai investasi yang baik dan aman dan dapat terhindar dari adanya kegiatan investasi ilegal sehingga tidak merugikan masyarakat Sosialisasi ke pasar

  1. Sosialisasi ke pasar

Dengan melakukan sosialisai ke pasar pasar. Baik pasar tradisional maupun pasar Modern, sosialisasi sangat berguna sekali. Dikarenakan para pelaku yang memberlakukan investasi abal abal ini sangat lincah sekali bahkan bisa sampai ke pasar pasar tradisional atau pasar pasar yang kecil.

  1. Memberikan pelindungan hukum

Memberikan perlindungan hukum terhadap korban investasi illegal. meliputi proses penerimaan laporan oleh OJK. Laporan itu langsung dikoordinasikan ke Satgas Waspada Investasi. Laporan itu juga menjadi salah satu sumber informasi bagi Market Intelligence OJK yang akan diteliti lebih lanjut.

  1. Mengoptimalkan fungsi layanan konsumen

Mengoptimalkan fungsi Layanan Konsumen Keuangan Terintegrasi atau Integrated Financial Customer Care (IFCC) yang memanfaatkan teknologi terbaru yang mampu memberikan fasilitas traceable dan trackable. Keenam, peran OJK untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar melakukan investasi sejak dini dengan mendorong sadar investasi masuk bagian dari kurikulum pendidikan.

  1. Membuat satgas waspada investasi

Dalam rangka optimalisasi, efisiensi dan respon cepat atas pengaduan dan/atau pelaporan dari masyarakat atas kegiatan penghimpunan dana tanpa izin yang terjadi didaerah, maka di tahun 2016 telah dibentuk Tim Kerja Satgas Waspada Investasi Daerah di 35 Provinsi.

Satgas Waspada Investasi telah melakukan kegiatan sosialisasi waspada investasi dan focus group discussion penanganan kasus waspada investasi yang diduga ilegal kepada masyarakat. Di tahun 2016 Satgas Waspada Investasi telah melakukan pembahasan dan/atau pemeriksaan bersama terhadap 31 Entitas dengan aktivitas pengelolaan investasi yang diduga ilegal. Di tahun 2017 Satgas Waspada Investasi telah melakukan penghentian kegiatan operasional terhadap 26 Entitas yang terindikasi penyimpangan izin yang diberikan oleh instansi tertentu (Laporan Capaian Kinerja Otoritas Jasa Keuangan Tahun 2012-2017)

Download Aplikasi Kasir Toko, Klik Disini !!

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.