Pengertian Diskriminasi Harga : Definisi, Keuntungan, Kerugian Dan Penerapannya

pengertian diskriminasi harga– Dalam melakukan kegiatan bisnis, strategi dalam menetapkan harga yang tepat akan sangat berdampak pada penjualan produk secara langsung. Terdapat banyak jenis model yang bisa dipilih, dan salah satunya adalah diskriminasi harga.

Strategi diskriminasi harga adalah suatu strategi makroekonomi yang banyak sekali diterapkan oleh para produsen. Dalam strategi diskriminasi harga ini, suatu produk dijual dengan harga yang berbeda dan pada pasar yang berbeda. Jadi, pada produk yang sama, dua orang bisa saja memperoleh harga yang berbeda.

pengertian diskriminasi harga

Price discrimination atau diskriminasi harga adalah kebijakan di mana penjual membebankan harga berbeda untuk setiap pelanggan atau kelompok pelanggan. Penjual menetapkan harga sedemikian rupa sehingga dua pembeli yang bersaing membayar dua harga yang berbeda untuk produk atau layanan yang sama.

Ini hanya mungkin jika:

  1. Penjual memiliki kekuatan pasar atau kekuatan monopoli
  2. Penjual dapat mengidentifikasi pelanggan
  3. Pelanggan tidak dapat menjual kembali barang tersebut, atau jika dapat menjual, akan mahal untuk melakukannya
  4. Ada ketidaksempurnaan informasi di pasar

Diskriminasi harga akan sangat menguntungkan jika pelanggan yang berbeda memiliki elastisitas permintaan yang berbeda. Dengan demikian, pendapatan marjinal di kelompok yang berbeda akan sama hanya jika harga di masing-masing kelompok bervariasi.

Ketika diskriminasi harga dilakukan untuk mengurangi persaingan, misalnya dengan mengikat harga yang lebih rendah untuk pembelian barang atau jasa lain, maka ini biasanya akan dikenakan pelanggaran peraturan anti-monopoli.

Download Aplikasi Kasir Toko Gratis, Klik Disini !!

Jenis-jenis Diskriminasi Harga

Setidaknya terdapat tiga jenis diskriminasi harga yang bisa kita temukan dengan mudah di pasaran, yaitu:

  1. Diskriminasi Harga Tingkat I

Diskriminasi harga tingkat pertama atau yang sering disebut dengan diskriminasi harga sempurna umumnya terjadi saat suatu perusahaan mampu memberikan harga yang lebih tinggi yang bersedia dan juga mampu dibayar oleh setiap orang.

Contohnya, Ibu Yeni bersedia membayar satu botol saus dengan harga 30 ribu rupiah, dan Ibu Neni bersedia membayar 50 ribu rupiah. Lalu, perusahaan saus tersebut menetapkan harga 30 ribu rupiah untuk ibu  Yeni, dan 50 ribu rupiah untuk ibu Neni. Dengan menggunakan cara ini, maka perusahaan saus tersebut pun akan memperoleh untung yang maksimal.

Karena dalam strategi ini memberlakukan harga paling tinggi yang bersedia dibayarkan oleh konsumen, maka surplus konsumen pada setiap individu adalah nol. Secara keseluruhan, diskriminasi harga sempurna akan memberikan kesempatan bagi produsen untuk merubah total surplus konsumen menjadi surplus produsen.

Dua kriteria tersebut wajib dilengkapi agar perusahaan mampu memberlakukan diskriminasi harga sempurna.

Pertama, pihak perusahaan harus mampu mengukur dan juga mengetahui dengan pasti harga maksimal yang bersedia dibayarkan oleh setiap individu. Kedua, perusahaan bisa mencegah penjualan kembali barang antar setiap individu.

  1. Diskriminasi Harga Tingkat II

Pada jenis diskriminasi harga ini, perusahaan akan menggunakan volume pembelian sebagai alat ukur kesediaan dalam membeli. Volume pembelian pun nantinya akan menunjukkan bagaimana pihak pelanggan dalam menilai suatu produk.

Ketika  melakukan pembelian dalam jumlah yang besar, maka pelanggan akan dianggap sangat menghargai produk dan untuk itu mereka bersedia membayar harga yang lebih tinggi pada setiap produknya.

Perusahaan menggunakan strategi ini sebagai cara dalam membedakan harga pada setiap pelanggan. Pihak perusahaan akan menjual dengan kuantitas yang lebih kecil dengan harga kecil dan akan menjual dengan kuantitas yang lebih banyak dengan harga yang lebih tinggi,

  1. Diskriminasi Harga Tingkat III

diskriminasi harga jenis ini bisa terjadi bila perusahaan mampu mengelompokkan pelanggan pada beberapa segmen dengan berdasarkan variabel geografis ataupun variabel non-volume lainnya.

Lalu, perusahaan pun akan membebankan harga yang lebih tinggi pada satu kelompok pelanggan dan membebankan harga yang lebih rendah pada kelompok lainnya.

Keuntungan Diskriminasi Harga

Saat ini, hampir semua pebisnis melakukan diskriminasi harga agar mampu meningkatkan penjualan dan juga meningkatkan keuntungannya. Untuk produsen, ini merupakan keuntungan  yang bisa mereka peroleh.

  1. Peningkatan Pendapatan

Diskriminasi harga pada perusahaan mempunyai dua sisi yang berbeda. Untuk perusahaan, mereka masih tetap bisa bertahan walaupun memang tidak bisa memperoleh keuntungan yang besar. Namun untuk perusahaan lainnya, strategi ini bisa saja menimbulkan kerugian.

Salah satu contoh perusahaan yang bisa mengeruk keuntungan dari diskriminasi harga adalah perusahaan transportasi.

  1. Peningkatan Layanan Konsumen

Bila strategi diskriminasi harga mampu memberikan peningkatan yang signifikan pada pendapatan perusahaan, maka mereka juga bisa meningkatkan layanannya pada konsumen. Caranya adalah dengan menggunakan hasil dari strategi ini agar bisa memenuhi keperluan konsumen.

  1. Memberikan Keuntungan pada Konsumen

Selain mampu memberikan keuntungan pada produsen, diskriminasi  juga mampu memberikan keuntungan bagi konsumen. Contohnya, ada harga khusus untuk lansia. Biasanya, pendapatan lansia tentu lebih rendah daripada pekerja aktif, sehingga mereka akan sangat terbantu dengan adanya harga yang murah.

  1. Mengelola Permintaan Konsumen

Pihak perusahaan bisa melakukan pemerataan permintaan konsumen dengan adanya strategi ini. Contohnya adalah dengan cara memberikan harga murah untuk tiket transportasi di pagi hari. Sehingga, secara tidak langsung akan mendorong pihak konsumen untuk melakukan perjalanan di pagi hari agar bisa memperoleh harga yang lebih murah.

Hal tersebut bisa dilakukan agar bisa menghindari membludaknya permintaan konsumen untuk melakukan perjalanan di malam ataupun siang hari.

Download Aplikasi Kasir Toko Gratis, Klik Disini !!

Kerugian Diskriminasi Harga

  1. Harga yang Terlalu Tinggi untuk Beberapa Orang

Bila ada konsumen yang merasa diuntungkan dengan adanya harga yang lebih rendah, tentunya akan ada juga konsumen lainnya yang dirugikan karena harus membayar dengan harga tinggi.

Contohnya untuk konsumen yang harus melakukan pembelian pesawat pada jam sibuk, yang mana umumnya harga yang ditetapkan jauh lebih mahal daripada jam biasa. Hal ini akan membuat strategi tersebut menjadi tidak efisien.

  1. Surplus Konsumen Menurun

Penerapan diskriminasi harga akan membuat surplus konsumen menjadi rendah dan mengakibatkan kesenjangan yang semakin besar di sekitar masyarakat. Hal tersebut akan terjadi bila perusahaan menerapkan diskriminasi harga tingkat 1.

  1. Ketidakadilan Bagi Konsumen

Walaupun strategi ini  ditetapkan dan dilakukan dengan berdasarkan kelompok sosial tertentu saja, namun konsumen akan merasakan ketidakadilan. Contohnya, orang dewasa dan lansia harus membayar suatu produk dengan harga yang berbeda.

Nah, bisa jadi orang dewasa yang membayar tersebut adalah seorang pengangguran, dan lansia yang mendapatkan harga lebih murah ternyata adalah lansia kaya.

  1. Biaya Administratif

Dalam menerapkan strategi ini, yang mana konsumen terbagi menjadi beberapa kelompok, maka akan dibutuhkan biaya yang lebih besar. Biaya administratif yang harus dikeluarkan perusahaan akan berakibat pada peningkatan harga produk secara langsung.

Penerapan Diskriminasi Harga

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, saat ini sudah banyak industri dan perusahaan yang menetapkan strategi ini. Berikut ini adalah beberapa contoh penerapan diskriminasi harga:

  1. Industri Transportasi

Transportasi adalah industri yang paling besar dalam hal menerapkan diskriminasi harga. Seluruh jenis transportasi saat ini, mulai dari transportasi darat, laut, hingga udara, menerapkan tarif harga yang berbeda-beda. Perbedaan harga ini didasarkan pada berbagai hal, seperti kelas, waktu berangkat, sampai dengan usia.

Bahkan, ada juga perusahaan transportasi yang membedakan harga dengan berdasarkan waktu pembelian tiket, seperti tiket kereta api yang dijual jauh lebih murah saat 2 jam sebelum keberangkatan, untuk beberapa rute tertentu.

  1. Harga Retail

Pihak produsen bisa menjual produknya pada satu perusahaan retail yang sama pada beberapa daerah secara bersamaan. Perbedaan harga di dalamnya hanya berdasarkan pada berapa banyak jumlah produk yang dibeli oleh masyarakat di daerah tersebut.

  1. Kupon

Memberikan kupon adalah cara produsen agar bisa membedakan konsumen mana yang lebih sensitif pada harga dan mana yang tidak. Mereka yang rela mengumpulkan kupon demi kupon adalah konsumen yang sangat sensitif terhadap harga.

Sehingga, pihak produsen bisa menarik harga yang lebih tinggi untuk mereka yang tidak sensitif terhadap harga.

  1. Harga Premium

Harga premium yang ditetapkan pada suatu produk artinya produsen mengeluarkan biaya marginal yang lebih tinggi untuk produk tersebut daripada produk lainnya. Contohnya saja seperti harga teh. Teh biasa akan dibandrol dengan harga standar, sedangkan teh yang diberikan label premium bisa dijual dengan harga yang lebih mahal dari teh standar.

Download Aplikasi Kasir Toko Gratis, Klik Disini !!

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.