Inilah Tips Yang Bisa Digunakan Untuk Menurunkan Bounce Rate Pada Suatu Website  

menurunkan bounce rate

Menurunkan bounce rate – Bounce rate adalah persentase pengunjung yang langsung meninggalkan website setelah membuka satu halaman saja (Google Analytics). Yoast SEO menambahkan, bounce rate adalah keadaan di mana pengunjung hanya membuka satu halaman website tanpa melakukan tindakan apa pun. Mereka tidak menekan tombol menu, CTA, atau internal link lainnya di halaman tersebut.

Berbagai strategi optimalisasi SEO (Search Engine Optimization) dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan trafik website.

Dengan banyaknya pengunjung yang datang, kamu juga harus mempertahankan pengunjung tersebut untuk tetap berada di website dan membuka beberapa halaman website.

Jika mereka tidak melakukan aktivitas apapun dan masuk ke halaman website selama beberapa detik saja, maka akan menyebabkan tingginya persentase “bounce rate” website anda.

Serta dengan Bounce rate yang tinggi, mengindikasikan satu dari dua kemungkinan. Pertama, kualitas konten di halaman tersebut terlalu buruk sehingga pengunjung tidak tertarik untuk mengeksplorasi konten-konten lainnya. Kedua, konten tidak sesuai dengan maksud  pengunjung sehingga mereka mencari konten dari website lain yang sesuai dengan keinginannya.

Sebelum lanjut pada cara menurunkan bounce rate pada website, anda perlu mengetahui beberapa informasi terlebih dahulu yaitu, hal hal yang mempengaruhi nilai bounce rate dan juga fungsi dari bounce rate. Berikut penjelasan nya.

Hal Yang Mempengaruhi Nilai Bounce Rate

  1. Kecepatan loading

Kecepatan loading adalah hal yang sangat berpengaruh terhadap persentase bounce rate. Salah satu alasannya karena setiap pengunjung website menginginkan waktu loading yang cepat untuk membuka sebuah website

baca juga : manfaat melakukan riset kompetitor

Bila kecepatan loading website kamu lama, tentu akan membuat mereka meninggalkan website kamu. Maka dari itu, untuk menurunkan persentase bounce rate (mempertahankan pengunjung) saat membuka website kamu, perhatikanlah kecepatan loadingnya.

  1. Desain

Desain juga mempengaruhi persentase bounce rate yang berkaitan dengan tampilan sebuah website. Buatlah tampilan website yang menarik dan membuat pengunjung nyaman ketika mengakses website kamu.

Jangan membuat mereka merasa kebingungan, terlebih dengan banyaknya widget dan sulitnya mengakses hal-hal penting dalam website.

  1. Kualitas Konten

Konten menjadi daya tarik paling utama dalam sebuah website, melalui konten akan menjadikan pengunjung mengerti tentang isi website atau bisnis kamu. Baik itu konten teks, foto, audio, hingga video.

Oleh karena itulah, penting bagi kamu untuk membuat konten berkualitas dan menarik perhatian pengunjung. Hindari membuat konten yang bersifat plagiarisme, dan tunjukkan bahwa konten yang kamu buat memberikan manfaat bagi banyak orang.

  1. Linking

Linking adalah link yang menghubungkan sebuah halaman website dengan halaman website lain.

Ada dua jenis linking yang bisa digunakan, yakni internal link dan eksternal link. Internal link adalah link yang mengarah dari suatu halaman website ke halaman website yang lain dalam satu website yang sama.

Sedangkan eksternal link adalah link yang mengarah dari sebuah halaman website ke halaman website pada website berbeda lainnya.

Nah untuk mengurangi persentase bounce rate website kamu, alangkah lebih baik jika kamu memperbanyak penggunaan internal link, karena akan mengarahkan pengunjung pada halaman website kamu yang lain.

Sementara mengenai eksternal link,sebaiknya kamu meminimalisir penggunaannya, karena jika mengarahkan pengunjung ke website atau blog yang lainnya, tentu akan menjadikan mereka mengunjungi website lain.

Fungsi Dari Bounce Rate

menurunkan bounce rate

  1. Sebagai indikator melakukan evaluasi

Persentase bounce rate juga bisa dijadikan sebagai indikator evaluasi website untuk meningkatkan kualitas website tersebut. Kita bisa mengetahui apa saja faktor utama yang menyebabkan pengunjung meninggalkan website, biasanya salah satu penyebabnya karena waktu loading yang lama. Sehingga kamu melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan loading website.

Misalnya dengan adanya konten atau desain yang menjadi salah satu penyebab lambatnya loading website. Maka, kamu perlu melakukan evaluasi berdasarkan temuan dari bounce rate tersebut untuk kembali membuat konten atau desain website yang lebih menarik dan disukai oleh banyak orang.

  1. Meningkatkan strategi

Jika bounce rate tinggi maka sudah saatnya bagi Anda untuk menggunakan strategi agar pengunjung website dan blog Anda semakin meningkat. Anda bisa terus mencari strategi yang tepat misalnya dengan memperbaiki kualitas konten dan mengubah desain website atau blog. Bisa juga Anda menampilkan website atau blog Anda pada publik agar bisa dilihat oleh banyak orang.

Bounce rate pada dasarnya bekerja dengan cara menghitung berapa jumlah pengguna internet yang membuka website atau blog milik Anda. Jadi untuk menghitung prosentase pengunjung adalah mengalikan jumlah total pengunjung dengan 100%. Hal tersebut dapat menghitung pengunjung website atau blog yang waktu kunjungannya kurang dari 10 detik saja. Di samping itu juga menghitung jumlah pengunjung yang lebih tertarik untuk membuka konten lain dibandingkan dengan konten milik Anda.

baca juga :  Apa itu foodpreneur

  1. Indikator kualitas

Terdapat dua cara yang bisa diterapkan agar pengunjung betah berlama-lama berada di website. Pertama, dengan membuat konten baik itu artikel, foto maupun video untuk meningkatkan brand awareness.

Kemudian dengan menggunakan internal link, dimana kamu akan menghubungkan sebuah konten dengan konten lain yang saling berhubungan. Sehingga pengunjung akan mengklik beberapa halaman website secara bersamaan.

Dan juga Dengan mengetahui bounce rate pada website dan blog Anda maka Anda bisa mengukur kualitas konten Anda. Jadi hal tersebut bisa difungsikan sebagai indikator untuk mengetahui apakah kualitas konten Anda sudah bagus dan memuaskan pengunjung ataukah belum.

  1. Meningkatkan kepercayaan website

Jika sebuah website muncul pada halaman atas hasil pencarian Google, maka bisa dikatakan website tersebut memiliki kualitas yang baik. Dan persentase bounce, menjadi salah satu faktor penentu posisi website pada hasil pencarian.

Semakin rendah nilai bounce rate website kamu, maka semakin mudah untuk muncul pada halaman atas hasil pencarian Google. Tentu hal ini akan membuat banyak orang suka mengakses dan percaya dengan website (bisnis) kamu.

9 Tips Menurunkan Bounce Rate

  1. Buat desain mobile friendly

Perangkat mobile adalah perangkat yang paling banyak digunakan pengguna internet Indonesia untuk mengakses internet. Berdasarkan survei Google, 94 persen pengguna internet Indonesia mengakses internet melalui perangkat mobile.

Dengan smartphone sebagai perangkat utama pengguna internet Indonesia, pemilik website dan blog dituntut untuk menyediakan website yang mobile friendly. Sayangnya, tidak semua tema website menyediakan tema website yang responsif di perangkat mobile. Anda bisa membuat tema WordPress menjadi mobile friendly dengan menggunakan bantuan plugin.

  1. Tingkatkan kecepatan website

Salah satu hal yang paling dibenci oleh para pengunjung website adalah loading lambat. Loading website yang lama membuat pengunjung website jengkel dan akhirnya mencari website lain yang bisa memberikan informasi lebih cepat.

Sebagus apa pun konten yang Anda buat, pengunjung website tidak mempunyai toleransi untuk loading lambat. Menurut Google, 53 persen pengguna internet meninggalkan website yang loadingnya lebih dari 3 detik. Selain itu, 79 persen orang yang kecewa dengan website loading lama menyatakan tidak akan kembali lagi ke website tersebut.

  1. Atur link menjadi Open in New tab

Dalam sebuah konten, tentu Anda meletakkan setidaknya tiga atau empat tautan, baik itu tautan internal maupun eksternal. Platform seperti WordPress secara otomatis mengatur pembaca untuk membuka link di tab yang sama dengan halaman yang sedang dibuka.

Sayangnya, hal tersebut akan merusak pengalaman pembaca karena mereka perlu menekan tombol back untuk kembali ke halaman pertama.

Bayangkan, jika pembaca membuka lima tautan di sebuah artikel, mereka perlu menekan tombol back berkali-kali untuk kembali ke halaman awal. Tentu hal itu melelahkan bagi pembaca dan merugikan Anda karena exit rate semakin tinggi yang artinya bounce rate juga ikut naik.

Oleh karena itu, Anda perlu mengarahkan pembaca blog/website ke tab baru ketika mengklik sebuah tautan di artikel. Dengan begitu pembaca tidak perlu menekan tombol back berkali-kali untuk kembali ke halaman pertama. Anda bisa memodifikasi pengaturan open link in new tab di WordPress dengan mudah menggunakan bantuan plugin WP External Links.

Lanjut Part 2 >>>

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.