Tips Jitu Memulai Investasi Reksadana, Untuk Anda Yang Pemula

memulai investasi reksadana

Memulai investasi reksadana – Tahun 2021 akan berlalu genap tiga bulan pertama. Nah, bagaimana dengan realisasi keuanganmu utamanya dalam hal investasi? Jika belum mulai, tenang, berinvestasi bisa mulai kapan saja dan bisa dilakukan secepatnya.

Bagaimanapun kita perlu menyiapkan kebutuhan keuangan di masa depan, terlebih karena menabung saja tidaklah cukup. Makanya, perlu berinvestasi guna bisa memberikan hasil lebih tinggi daripada menabung di bank.

Berinvestasi di reksadana bisa jadi salah satu instrumen investasi yang bisa mulai dilakukan bagi mereka yang belum pernah ataupun sudah berinvestasi tapi pada instrumen investasi lainnya.

Reksadana adalah salah satu contoh investasi yang cocok bagi pemula, karena dikelola manajer investasi profesional dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bagi investor pemula, tentu bingung bagaimana memulai berinvestasi reksadana termasuk memilih jenisnya. Bagi investor pemula, bingung itu hal wajar. Namun berikut adalah tips mudah untuk memulai investasi reksadana.

baca juga : 5 hal ini akan membuat toko online anda ramai

Sebelum Anda mulai membeli reksadana, tentukan dulu apa tujuan Anda berinvestasi?

Apakah Anda punya cita-cita keuangan seperti menyiapkan biaya pendidikan anak hingga ke perguruan tinggi, membeli rumah impian di masa depan, biaya travelling ke negara impian, atau investasi untuk modal dana pensiun.

Tujuan ini akan berhubungan erat dengan jangka waktu investasi dan jenis reksadana yang tepat untuk Anda. Tujuan juga bisa digunakan sebagai motivasi Anda. Percuma juga Anda investasi tanpa ada tujuan jelas.

Apabila anda sudah memiliki tujuan investasi di reksadana dengan jelas, sekarang waktunya anda mengetahui beberapa cara memulai investasi reksadana dengan baik dan bijak.

Download Aplikasi Kasir Toko, Klik Disini !!

Memulai Investasi Reksadana

memulai investasi reksadana

  1. Pilih platform investasi yang seuai

Pertama-tama, tentukan dulu platform investasi reksadana mana yang akan digunakan. Pilih platform reksadana online yang menjual beragam produk reksadana dari banyak manager investasi, jadi banyak pilihannya.

Contoh platform supermarket reksadana online: Bareksa.com, Ipotfund (PT Indo Premier Securities), Bukalapak, dan Tokopedia.

  1. Pahami macam macam reksadana

Reksadana memiliki beberapa jenis diantaranya :

  • Rekasadana pasar uang

Alokasi investasi reksadana pasar uang seluruhnya ditempatkan pada instrumen pasar uang antara lain, deposito berjangka, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), dan obligasi (jatuh temponya kurang dari satu tahun).

  • Reksadana pendapatan tetap

Alokasi investasi reksadana pendapatan tetap yakni penempatan dana pada efek utang atau obligasi dengan komposisi minimal 80%. Surat utang atau obligasi bisa berupa obligasi pemerintah atau korporasi (perusahaan).

  • Reksadana campuran

Reksadana campuran mengalokasikan dananya di berbagai instrumen keuangan sekaligus, seperti deposito, surat utang (obligasi), pasar uang dan saham.

  • Rekasadana saham

Reksadana saham menempatkan dananya minimal 80% ke berbagai efek saham dan sisanya, 20% dialokasikan ke pasar uang.

  1. Tentukan jangka waktu investasi

Berinvestasi reksadana membutuhkan jangka waktu yang berbeda-beda. Ada yang untuk kurang dari setahun, 1-3 tahun, 3-5 tahun, dan lebih dari 5 tahun.

Untuk jangka waktu kurang dari setahun, sebaiknya Anda memilih reksa dana pasar uang. Untuk investasi 1-3 tahun, Anda dapat memilih reksa dana pendapatan tetap. Untuk jangka waktu 3-5 tahun, gunakanlah reksa dana campuran. Terakhir, untuk Anda yang menginginkan investasi jangka panjang, yakni lebih dari 5 tahun, gunakanlah reksa dana saham.

  1. Langkah – Langkah investasi reksadana

Tentukan mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Ingin uang lebih aman dengan hasil keuntungan yang terbatas? reksa dana pasar uang jawabannya. Pendapatannya tetap dan terproteksi. Jika anda ingin keuntungan yang lebih tinggi dan sanggup menerima resiko yang lebih tinggi, reksa dana campuran dan saham adalah pilihan yang cocok.

READ  9 Tips Melakukan Riset Pasar Dengan Baik  

baca juga : drama korea yang membuat anda termotivasi

Langkah kedua, pilih produk reksa dana yang sesuai dengan pilihan jenis reksa dana Anda. Lihat rekam jejak keuntungannya selama 3 tahun terakhir. Pastikan keuntungannya konsisten. Sehingga Anda tahu bahwa Anda tidak akan mengalami kerugian.

Anda dapat mencari informasi lebih lanjut mengenai reksa dana yang Anda butuhkan melalui media internet atau menghubungi langsung pihak yang menjual reksa dana tersebut. Cari tahu biaya yang dikenakan pada reksa dana yang Anda inginkan, mencakup biaya pembelian dan penjualannya. Untuk memulainya, sisihkanlah minimal 20% pendapatan Anda untuk investasi reksa dana setiap bulannya.

  1. Pastikan reksadana terdapat izin OJK

Reksadana adalah investasi yang legal karena memiliki izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Perizinan ini memiliki banyak syarat dan bersifat mutlak sehingga dapat dipercaya kebenarannya. Tidak hanya itu, manajer investasi yang mengelola reksadana tersebut juga harus memiliki izin.

Pastikan dulu dan cek perizinan dari produk reksadana dan manajer investasi Anda. Jika meragukan, Anda berhak untuk menolak tawaran berinvestasi. Pegecekan izin ini juga merupakan bentuk upaya preventif agar Anda tidak tertipu oleh bentuk investasi bodong atau abal-abal.

Investasi bodong ada dimana-mana, tidak memiliki izin karena tidak memenuhi standar dan persyaratan dalam mengelola investasi yang bersih dan sehat. Ciri utama investasi reksadana bodong biasanya menawarkan keuntungan investasi yang sangat besar. Namun, bisa jadi resiko yang ditanggung juga besar.

Jadi, mau setingi apa pun potensi keuntungannya, Anda tidak boleh tergiur jika pihak yang menawarkan tidak memiliki izin yang resmi dari OJK.

  1. Pelajari dan pahami prospectus reksadana

Bagaimana Anda mengetahui poin perizinan suatu produk reksadana? Jawabnya, Anda harus belajar membaca dan memahami isi prospektus.

READ  5 Jenis Biaya Pengelolaan Bisnis, Mana yang dapat memengaruhi usaha anda?

Prospektus dapat dikatakan sebagai buku manual untuk berinvestasi di reksadana. Segala macam informasi yang Anda butuhkan tentang reksadana ada di sini, mulai dari perizinan, manajer investasi, kebijakan investasi, biaya-biaya investasi, hingga tata cara pembelian dan penjualan reksadana.

Membaca prospektus adalah hal yang wajib dan mutlak. Tidak hanya membaca, Anda pun harus memahami setiap detail isinya dan jika kebingungan, tidak perlu ragu untuk bertanya.

Jika Anda sudah terlanjur berinvestasi dan belum memahami isi prospektus, sebaiknya Anda segera mengaksesnya. Pemahaman prospektus menjadi hal yang penting karena menyangkut uang yang Anda investasikan. Tentunya Anda tidak ingin menyesal karena minimnya informasi yang Anda punya bukan? Untuk itu pelajarilah prospektus.

Selain itu, alangkah lebih baik jika jasa reksadana Anda memiliki sistem online untuk memutakhirkan informasi seputar reksadana. Biasanya, setiap kali akan melakukan investasi, Anda akan diingatkan untuk membaca dan mengonfirmasi apakah Anda telah membaca prospektus.

Hal ini adalah jalan yang baik untuk sama-sama tahu. Sehingga Anda dapat berinvestasi dengan aman dan nyaman. Tentu saja jika investasi palsu tidak akan memiliki prospektus karena ciri dari hubungan investasi yang sehat adalah dengan adanya transparansi.

Nah, apabila anda sudah dapat memahami pembahasan yang telah anda baca tadi. Alangkah baiknya anda sekarang sudah memulai investasi reksadsana, sebab investasi reksadana bisa dibilang memiliki resiko yang bisa dibilang kecil tergantung cara anda ber investasi. Cocok sekali untuk anda yang belajar berinvestasi.

Download Aplikasi Kasir Toko, Klik Disini !!

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.