Perhatikan! 10 Tips Untuk Mengukur Dan Meningkatkan Performa Bisnis Anda

meningkatkan performa bisnis

Meningkatkan Performa Bisnis – cara tepat untuk mengukur performa bisnis ada beberapa konsep yang bisa digunakan, karena bentuk usaha yang kadang kita jalankan berbeda dengan usaha yang lain. Sekarang perlu kita pahami konsep Kinerja perusahaan adalah hasil dari kegiatan manajemen.

Parameter yang sering digunakan untuk menilai kinerja suatu perusahaan yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan di mana informasi keuangan diambil dari laporan keuangan atau laporan keuangan lainnya. Penilaian kinerja bertujuan untuk menentukan efektivitas operasi perusahaan.

Cara mudah mengukur performa bisnis mungkin dapat dilakukan dengan membandingkan performa perusahaan Anda dengan kompetitor. Perbandingan ini tentu saja menggunakan media bisnis terpercaya sebagai sumber referensi yang biasanya akan memberikan penyusunan peringkat berdasarkan pencapaian perusahaan dalam kurun waktu tertentu. Namun, tentu saja pengukuran ini memiliki subyektivitas dari media itu sendiri.

Dengan mengukur performa bisnis anda akan dapat melakukan sebuah perbaikan, agar dapat memajukan bisnis yang sedang anda bangun. Maka dari itu, kita pahami Bersama tentang cara mengukur performa pada bisnis yang anda kerjakan.

Tips Mengukur Performa Bisnis

meningkatkan performa bisnis

  1. Ketahui kepuasan pada konsumen

Sebagai pebisnis yang baik, Anda perlu mengetahui dengan jelas bagaimana feedback konsumen atas produk atau jasa yang mereka gunakan di perusahaan Anda. Untuk itu, Anda perlu meminta testimoni dari konsumen setelah pembelian. Baik melalui kolom testimoni di dalam website perusahaan ataupun media sosial, konsumen akan memberikan apresiasi atas layanan yang diberikan sehingga perusahaan dapat melakukan evaluasi performa bisnis.

READ  Pentingnya Konsisten Dalam Sebuah Bisnis Agar Terus Berkembang

Semakin banyak konsumen yang menuliskan komentar positif, maka performa bisnis Anda pun akan bernilai baik. Sebaliknya, apabila terdapat feedback negatif dari konsumen, maka Anda perlu mengajukan permohonan maaf dan perbaikan pelayanan demi kepuasan konsumen tersebut. Layanan atas keluhan pelanggan ini secara otomatis juga dapat memberikan gambaran tentang citra perusahaan Anda di mata investor.

  1. Cermati risiko investasi

Sebagai pebisnis yang baik, Anda perlu mengetahui dengan jelas bagaimana feedback konsumen atas produk atau jasa yang mereka gunakan di perusahaan Anda. Untuk itu, Anda perlu meminta testimoni dari konsumen setelah pembelian. Baik melalui kolom testimoni di dalam website perusahaan ataupun media sosial, konsumen akan memberikan apresiasi atas layanan yang diberikan sehingga perusahaan dapat melakukan evaluasi performa bisnis.

Semakin banyak konsumen yang menuliskan komentar positif, maka performa bisnis Anda pun akan bernilai baik. Sebaliknya, apabila terdapat feedback negatif dari konsumen, maka Anda perlu mengajukan permohonan maaf dan perbaikan pelayanan demi kepuasan konsumen tersebut. Layanan atas keluhan pelanggan ini secara otomatis juga dapat memberikan gambaran tentang citra perusahaan Anda di mata investor.

  1. Perhatikan arus kas

Performa bisnis yang buruk dapat diidentifikasi berdasarkan penyusunan anggaran serta pengelolaan keuangan yang kurang tepat. Pastikan Anda rutin mengevaluasi kegiatan keuangan perusahaan melalui arus kas yang berisi keterangan tentang pengeluaran dan pendapatan yang didapatkan oleh bisnis Anda. Manajemen kas harus selalu di-update dan dipantau sehingga jalannya bisnis tetap dapat dikontrol dengan baik.

Bagi investor, arus kas di dalam laporan keuangan adalah angka-angka yang wajib diperhatikan. Pasalnya, dokumen inilah yang akan memberikan gambaran tentang bagaimana manajemen keuangan serta sistem kerja di dalam perusahaan Anda dijalankan. Bahkan, melalui laporan keuangan ini investor bisa berspekulasi apa yang akan terjadi di kemudian hari, apakah akan mendapatkan keuntungan atau kerugian.

  1. Hitung besaran imbalan investasi

Investasi perusahaan dapat Anda peroleh dari sebuah laba yang berhasil dikumpulkan perusahaan. Dalam hal ini, kelebihan pendapatan atau laba setelah dikurangi pajak menjadi imbalan atas investasi Anda. Perhitungan ini dapat dilakukan dengan menghitung besarnya nilai ekuitas perusahaan atau dalam istilah akuntansi disebut dengan Return on Equity (ROE).

  1. Pertimbangkan trafik website

Di era digital seperti saat ini, perusahaan akan terlihat lebih profesional jika memiliki sebuah website. Selain dapat membantu Anda menjangkau konsumen dalam jumlah yang lebih besar, kehadiran Anda secara online dapat menarik investor untuk memberikan suntikan dana ke dalam perusahaan Anda.

READ  4 Peluang Usaha Dengan Modal Minim

Jangan ragu untuk memanfaatkan software analisis dari Google untuk mengukur trafik pengunjung di website bisnis Anda dan mendapatkan analisis mendalam tentang apa yang sebenarnya diinginkan konsumen saat mereka mengunjungi situs tersebut.

Selain bisa mengetahui jumlah trafik, Anda juga bisa mengukur tingkat konversi dan menyesuaikannya dengan kebutuhan perusahaan demi mendorong performa bisnis yang lebih baik.

  1. Melalui bussines dasbord

Penggunaan tools tertentu juga dapat membantu Anda dalam mengukur performa bisnis secara akurat. Business dashboard umumnya bisa Anda temukan pada berbagai software akuntansi, salah satunya seperti “TheAkun” Di software tersebut tersedia fitur – fitur yang sangat memudahkan Anda dalam memantau kondisi keuangan bisnis secara real-time.

Tips Meningkatkan Performa Bisnis

meningkatkan performa bisnis

  1. Arahkan tim sales dan tim marketing untuk menemukan pelanggan yang tepat

Memiliki pelanggan yang hanya melakukan pembelian satu atau dua kali, memang dapat menambah pendapatan perusahaan. Namun, untuk mencapai hasil yang positif setiap bulan, kuartal, semester dan tahunan, maka perusahaan harus menemukan pelanggan yang tepat. Pelanggan yang tepat adalah pelanggan yang dapat melakukan pembelian secara rutin dan berlangsung untuk waktu yang panjang. Untuk menemukan pelanggan yang tepat ini, perusahaan dapat mengimplementasikan teknologi penjualan seperti CRM dan Marketing Automation. Dengan teknologi-teknologi ini, tim Anda dapat menemukan lead dan prospek yang tepat dan berpotensi untuk menjadi pelanggan yang loyal.

  1. Memaksimalkan Up-Selling dan Cross-Selling

Adopsi aplikasi CRM yang membantu tim Anda untuk menemukan pelanggan yang tepat juga dapat memberikan efek lebih untuk perusahaan Anda. Seperti, kemudahan tim sales dalam melihat data pelanggan untuk menjalankan strategi Up-Selling dan Cross-Selling.

  1. Meningkatkan wawasan tentang laju bisnis dan pelanggan melalui data

Aplikasi CRM memungkinkan Anda untuk menyimpan semua data pelanggan dan prospek pada satu tempat yang dapat memungkinkan perusahaan untuk menemukan data-data yang bisa saja belum pernah diperhatikan sebelumnya. Hal ini pun dapat membantu tim sales untuk melihat sudut pandang yang berbeda terhadap pelanggan guna memaksimalkan strategi yang akan diambil untuk menunjang penjualan. Dengan bermodalkan data inilah tim sales dapat mencapai hasil yang lebih baik dalam mengembangkan strategi penjualan dibandingkan dengan menggunakan naluri/tanpa data.

  1. Meningkatkan produktivitas tim

Memperbaiki kinerja tim memberikan efek yang sangat signifikan untuk meningkatkan bisnis dan penjualan. Untuk bisa mewujudkan hal ini, perusahaan harus bisa mengurangi pekerjaan-pekerjaan yang dapat menghabiskan waktu tim sales seperti meeting yang berlebihan, memberikan tugas ganda kepada tim yang sulit untuk dikerjakan seorang diri dan lain sebagainya. Dengan mengurangi waktu yang dihabsikan secara sia-sia, tim Anda memiliki waktu yang lebih banyak untuk mencapai penjualan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.