Pengertian Krisis Finansial

Pengertian Krisis Finansial – Yang dimaksud dengan krisis finansial adalah jatuhnya harga-harga aset riil (terutama properti) dan non riil (terutama saham dan surat-surat berharga). Sedangkan krisis moneter adalah jatuhnya nilai matauang lokal suatu negara secara drastis. Kedua krisis tsb dapat mengakibatkan efek negatif yang parah bagi perekonomian.

Pada dasarnya aset riil, aset non-riil dan aset moneter

adalah tempat untuk menyimpan kekayaan, dan juga sekaligus tempat untuk membiakkan kekayaan melalui kegiatan spekulasi. Dengan jatuhnya harga-harga aset tersebut maka kekayaan banyak orang, dan perusahaan, akan menguap. Dan pada gilirannya krisis ini akan menjalar ke sektor riil.

Harga asset-aset penyimpan nilai seperti saham, dll yang jatuh drastis mengakibatkan banyak orang merasa rugi besar bahkan jatuh miskin. Tetapi sangat mungkin mesin perekonomian itu sendiri tidak mengalami kerugian. Pabrik-pabrik masih berdiri dan mampu berproduksi seperti biasanya, juga unit-unit produksi yang lain sepertisawah, kebun, ladang, tambang, sungai, danau, laut, dsb, masih utuh dan dapat berproduksi normal.

Memang kemudian krisis atau bencana finansial ini dapat ditransmisikan atau menjalar ke sektor riil, karena mengecilnya demand, dan tersendatnya kegiatan operasional prusahaan-perusahaan karena macetnya aliran uang, bukan karena berkurangnya kemampuan produksi (supply) itu sendiri. Gangguan terhadap jalannya mesin ekonomi akan mengakibatkan menurunnya kemakmuran dan penderitaan karena kebutuhan yang tidak terpenuhi; tetapi gangguan yang sifatnya seperti ini terbukti dapat diatasi dengan relatif mudah dan cepat.

Bencana Finansial dan Moneter yang terjadi sebenarnya

adalah berpindahnya kekayaan dari kantong yang satu ke kantong yang lain. Harga-harga aset jatuh karena mereka sudah naik secara artifisial atau tidak wajar. Tidak ada balon yang mengempis kalau mereka tidak lebih dahulu menggelembung. Harga-harga saham adalah seperti balon yang mengempis dan menggelembung tetapi tidak mempunyai isi apa-apa. Mereka yang terakhir memegang saham yang sudah menggelembung naik harganya, ketika terjadi krisis finansial, ketika harga saham tersebut jatuh kembali, adalah mereka yang dirugikan. Mereka yang menjual saham ketika harganya melangit merekalah yang diuntungkan. Itulah hakekat dari pasar saham, hanya arena permainan, zero sum game, ada yang untung karena ada yang rugi.

Dan moto para spekulan yang paling mereka gemari dan sangat terkenal adalah : high risk high gain, resiko besar untung besar. Artinya adanya kemungkinan mendapat untung besar karena ada resiko yang besar juga, dan manakala keuntungan itu terwujud itu artinya ada orang lain yang sial.

Investor sejati adalah mereka yang mendapat untung dari produktivitas bukan dari menimbulkan resiko, bukan dari kerugian orang lain. Investor sejati paling berhasil seperti Warren Buffet adalah penghindar resiko, hati-hati dan konservatif.

krisis finansial

Krisis atau Gangguan terhadap perekonomian yang didahului oleh terjadinya krisis finansial

adalah sepenuhnya ulah para spekulan dengan kegiatan spekulasi mereka. Tetapi krisis seperti ini hanyalah gangguan kecil bagi perekonomian, krisis yang benar-benar serius baru terjadi jika alam dan lingkungan hidup menjadi rusak dan sumberdaya alam menipis sedangkan kebutuhan manusia menjadi makin besar seiring dengan meningkatnya jumlah manusia.

Krisis atau bencana ekonomi yang sesungguhnya terjadi manakala mesin ekonomi tidak mampu lagi menyediakan barang-barang kebutuhan pokok manusia karena alam sudah tidak sanggup untuk mendukungnya lagi. Dalam hal krisis semacam ini tidak ada kebijakan ekonomi apapun yang mempan untuk mengatasinya. Pada waktu seperti itu harga-harga barang kebutuhan pokok terutama makanan pokok akan melambung tinggi; terjadi kelaparan yang disusul dengan kerusuhan, kekacauan dan segala macam bentuk kejahatan manusia. Rasa lapar bisa memicu sifat-sifat jahat yang sudah terpendam jauh di dalam diri seseorang. Rasa lapar bisa memunculkan ke permukaaan, kejahatan yang tersembunyi pada orang-orang yang selama ini dikenal sebagai orang-orang yang baik, ramah dan lemah lembut.

Bumi kita yang semakin rusak tidak terhindarkan lagi akan makin berkurang kemampuannya untuk mendukung mesin perekonomian dalam menyediakan barang-barang kebutuhan yang kita butuhkan. Dan satu-satunya hal yang terbaik yang dapat kita lakukan dalam untuk memperlambat proses ini adalah dengan kembali kepada perintah yang semula untuk :“mengusahakan dan memelihara bumi ini” ; supaya ia tetap mampu menyediakan segala kebutuhan kita. Sekali lagi, untuk bisa bertahan kita tidak hanya harus mengusahakannya tetapi juga harus memelihara dan melestarikan bumi rumah kita ini.

Request Demo Aplikasi Kasir Murah, Klik Disini !!

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.