5 Jenis Biaya Pengelolaan Bisnis, Mana yang dapat memengaruhi usaha anda?

Jenis Biaya Pengelolaan Bisnis – Konsep biaya dan penggolongan dalam berbagai perusahaan perlu diketahui oleh setiap pengusaha. Setiap pengusaha harus dapat menghitung jenis biaya produksi dengan tujuan untuk pengendalian cost. Apabila pengeluaran biaya – biaya tersebut tidak terkendali atau sulit untuk dikendalikan, maka bukan nya laba yang didapatkan namun malah mendapatkan kerugian.

Maka Pahami, ketahui dan kelola jenis – jenis biaya pengelolaan bisnis tersebut secara tepat agar bisnis anda menjadi benar – benar efisien dan dapat menguntungkan anda sendiri.

Download Aplikasi Manajemen Laporan Keuangan, Klik Disini !!

Apa Saja Jenis Biaya Pengelolaan Bisnis?

  1. Programmed Cost

Jenis Biaya Pengelolaan Bisnis

Definisi Dari Jenis Biaya Program

Apa sih yang dimaksud dengan biaya programmed? Konsep biaya ini bisa disebut juga dengan discretionary cost atau pun managed cost adalah semua biaya yang tidak mempunyai hubungan yang akurat dengan output. Yaitu biaya yang jumlah tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan sampai pada tingkatan tertentu. Biaya tetap perunit berubah berbanding terbalik dengan perubahan volume kegiatan.

Atau juga dapat diartikan sebagai sifat biaya jangka pendek yang berarti kadang – kadang ada dan terkadang tak ada. Perubahan tersebut bisa kecil atau pun dinaik kan atau tidak perlu dilaksanakan apa yang telah dianggarkan, bila kondisinya memang demikian.

Contoh Jenis biaya programmed

Contoh biaya programmed :

Biaya yang besar ini dapat dibebankan sekaligus dalam tahun pengeluaran sebagai beban laba rugi.

Biaya promosi riset dan pengembangan

Atau diamortisasikan beberapa tahun, tergantung pada kebijaksanaan perusahaan.

  1. Commited Cost

Jenis Biaya Pengelolaan Bisnis

Pengertian Commited Cost

Apa sih Pengertian dari biaya committed / Capacity Cost? Pengertian dari Capacity cost atau sering juga disebut sebagai biaya bersiap atau biaya berjaga – jaga (stand by cost) adalah:

Commited cost atau biaya komitmen adalah biaya yang wajib dan harus dikeluarkan. biaya ini seperti biaya sewa bangunan, biaya pabrik atau peralatan yang perannya penting dalam menyediakan fasilitas produksi. Penyusutan, asuransi, sewa, properti, pajak, juga termasuk contoh dari committed costs. Karena biasanya setelah melakukan pembelian, pabrik atau peralatan produksi dengan sendirinya akan terdepresiasi.

Biaya-biaya ini disebut biaya berkomitmen karena mereka berkomitmen untuk biaya tersebut untuk jangka waktu lama. Terkadang committed cost diabaikan untuk keputusan jangka pendek. Namun harus tetap diingat bahwa biaya depresiasi tetap akan berkurang. Atau pun juga dapat diartikan sebagai biaya yang dikeluarkan untuk pembayaran sumber daya yang tidak dipakai. Dalam contoh ini adalah perusahaan membayar karyawan, tetapi karyawan ini tidak menggunakan seluruh kapasitasnya karena jumlah pengunjung yang datang berada di bawah kapasitasnya. Bisa disebut juga dengan biaya tetap yang telah ditentukan adalah biaya yang dikeluarkan untuk menjaga eksistensi perusahaan. … Misalnya seperti gaji karyawan, biaya asuransi, biaya pajak bangunan, dan sebagainya. Biaya jenis ini bersifat jangka panjang dan tidak semena-mena diubah begitu saja.

Contoh Biaya Committed

Contoh dari biaya ini adalah biaya penyusutan aktiva tetap yang secara periodik [bulanan dan tahunan] selalu ada sepanjang umur aktiva tetap tersebut. Tanpa melihat perusahaan sedang surut atau maju dan tidak pula dapat dihapuskan atau ditiadakan.

  1. Controllable Cost

Jenis Biaya Pengelolaan Bisnis

Pengertian Controllable Cost

Pengertian biaya controllable adalah biaya yang dapat dikendalikan. Dengan demikian juga ada biaya yang dapat dikendalikan oleh suatu departemen. Dan juga dapat diartikan sebagai biaya yang tidak dapat dikendalikan oleh suatu departmen biaya yang pada tingkat manajemen tertentu atau yang secara langsung dapat dipengaruhi manajer tertentu.

Umumnya biaya variabel dapat dikendalikan dan sebalik nya adalah jenis biaya tetap (fixed cost). Tapi jika dikaitkan dengan cost center maka semua biaya yang menjadi tanggung jawab center bersangkutan adalah dapat dikendalikan.

Bagaimana cara mengendalikan jenis biaya controllable?

Agar jenis biaya – biaya tersebut benar – benar bisa dikendalikan maka sebagai pedoman perusahaan adalah sebagai berikut :

Jika manajer bertanggung jawab terhadap proses tertentu.

Jika manajer tertentu memiliki wewenang dalam input.

Jika manajer tertentu juga berwenang atau bertanggungjawab terhadap output.

Contoh Controllable cost

Contoh biaya yang dapat dikendalikan Controllable cost  adalah:

Misalnya departemen pemasaran memerlukan kerja lembur, sehingga harus menambah pembayaran biaya lembur. Apabila pembayaran lembur ini dapat melebihi kapasitas kerja rutin dan manajer bagian yang bersangkutan harus pula dapat mempertanggungjawabkan kegagalan-kegagalannya.

  1. Uncontrollable Cost

Uncontrollable Cost

Pengertian Dari Biaya Uncontrollable

Uncontrollable cost adalah biaya yang tidak dapat dikendalikan. Dengan demikian juga ada biaya yang dapat dikendalikan oleh suatu departemen dan ada biaya yang tidak dapat dikendalikan oleh suatu departmen. Dan juga sebagai konsep biaya yang tidak dapat dikendalikan adalah biaya yang bukan tanggung jawab dan tidak dapat dipengaruhi pusat (center) tertentu.

Contoh uncontrollable cost :

Berikut ini saya akan berikan contoh dari biaya pemasaran.

Dan salah satu yang termasuk biaya pemasaran, adalah biaya tenaga kerja bagian pemasaran, dalam contoh ini, biaya tersebut ditetapkan oleh direksi. Dan jika gaji belum memenuhi motivasi karyawan, sehingga terjadi penurunan terhadap produksi nya.

Baca Juga :  Tips Berhasil Menjalankan Toko Kelontong

Maka manajer pemasaran tidak dapat diminta pertanggung jawaban atas kurangnya motivasi atau penurunan produksi barang. Bagaimana dengan biaya iklan? Misalnya biaya iklan yang terdapat di YouTube, Pahami dulu konsep dan pengertian terhadap biaya iklan tersebut, apakah merupakan tanggung jawab dan ditetapkan oleh manajer pemasaran ataukah tidak.

  1. Opportunity Cost

Opportunity Cost

Pengertian

Pengeritian dari Opportinity adaalah biaya peluang atau opportunity cost adalah biaya peluang mendasari setiap keputusan yang pilihan yang dibuat.

Contoh Opportunity Cost

Misalnya, setiap orang memiliki jumlah waktu yang sama dalam sehari yaitu 24 jam. Namun apa saja yang mereka lakukan, bagaimana cara mereka menghabiskan waktu, dan keputusan-keputusan apa yang dibuat berbeda satu dengan yang lainnya. Apa yang mendasari perbedaan-perbedaan tersebut? Itulah yang dinamakan opportunity cost. Setiap orang memilih satu di antara dua pilihan atau lebih, dengan berbagai pertimbangan atau nilai.

Opportunity cost sangat dekat dengan kehidupan manusia, bahkan lebih dekat dari yang dibayangkan. Hal sederhana seperti ingin memasak sendiri atau makan di luar adalah opportunity cost. Berapa kali Anda mengalami dilemma seperti dan tidak menyadari bahwa terdapat opportunity cost di dalamnya.

Ada dua pilihan di hadapan Anda, yaitu memasak sendiri atau makan di luar. Jika Anda memasak sendiri, tentu lebih murah daripada harus makan di luar yang harganya pasti mahal. Inilah yang disebut dengan keuntungan. Lalu apakah memasak sendiri tidak memiliki biaya (cost)? Tentu ada.

Dengan memasak sendiri, artinya Anda harus mengolah bahan mentah hingga menjadi makanan kemudian mencuci semua perkakas yang kotor. Coba hitung berapa lama waktu dan tenaga yang Anda butuhkan. Dan apa yang bisa Anda kerjakan selama waktu tersebut? Satu hal lagi, Anda juga masih hidup sendiri.

Terimakasih banyak sudah membaca artikel Jenis Biaya Pengelolaan Bisnis. Semoga bisa membantu mendapatkan wawasan Anda dalam pengelolaan keuangan bisnis Anda.

Download Aplikasi Manajemen Laporan Keuangan, Klik Disini !!

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.