Cara Mempertahankan Bisnis di Tengah Krisis Corona

Dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terkait Covid-19 di beberapa daerah di Indonesia, banyak bisnis bertanya-tanya tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya. Di satu sisi, Anda tentu ingin melanjutkan bisnis selama mungkin. Di sisi lain, kesehatan Anda dan karyawan Anda juga bisa terancam jika memaksakan untuk tetap beroperasi. Wabah penyakit virus corona (COVID-19) yang melanda dunia sejak awal tahun telah mengguncang kehidupan masyarakat sehari-hari. Hingga  30 Maret, tercatat sebanyak 724.565 kasus COVID-19 dengan korban meninggal dunia mencapai 34.107 orang di 199 negara di dunia. Di Indonesia, COVID-19 telah menginfeksi sedikitnya 1.414 orang di mana sebanyak 122 orang meninggal dunia akibat penyakit menular itu. Bukan hanya mengancam nyawa, wabah virus corona juga telah memukul banyak kelangsungan usaha. Lalu, bagaimana cara untuk mempertahankan bisnis di tengah krisis corona ?

Cara Mempertahankan Bisnis di Tengah Krisis Corona

Berikut Cara Mempertahankan Bisnis di Tengah Krisis Corona :

  1. Periksa kondisi keuangan bisnis

Tidak ada yang bisa memastikan kapan wabah virus corona ini akan berakhir. Selama wabah belum berujung, niscaya kondisi perekonomian belum akan kembali normal. Hal itu jelas akan mempengaruhi kelangsungan bisnis Anda. Lakukan pengecekan mendalam terhadap kondisi keuangan bisnis. Salah satu hal penting yang perlu Anda periksa adalah kondisi likuiditas alias cash on hand.

Likuiditas ibarat darah dalam sebuah tubuh. Dalam keuangan rumah tangga, biasa juga disebut sebagai dana darurat alias emergency fund. Bila kondisi likuiditas tidak aman, masa depan bisnis juga terancam. Coba hitung berapa besar tingkat likuiditas usaha, sampai berapa lama Anda mampu menghidupi bisnis dalam situasi tanpa pemasukan? Idealnya, Anda masih memiliki cash on hand untuk operasional 12 bulan ke depan. Bila kurang dari itu, Anda perlu memikirkan pengamanan likuiditas agar bisa mempertahankan bisnis di tengah krisis corona ini.

  1. Persiapkan diri untuk skenario terburuk 

Musibah wabah semasif pandemi COVID-19 ini jelas berpengaruh besar terhadap bisnis siapapun. Bukan hanya pasar yang mendadak lesu secara drastis seiring kebijakan physical distancing, gangguan supply chain juga mengganggu aktivitas bisnis. Belum lagi pembatalan permintaan atau project yang sebelumnya telah disepakati seiring kejadian wabah ini. Hal itu jelas mempengaruhi nasib bisnis.

Maka itu, sebagai langkah antisipasi, buatlah business plan yang juga memuat proyeksi atau forecast atas keberlanjutan usaha Anda paling tidak hingga setahun ke depan. Misalnya, proyeksi dari sisi pendapatan usaha, tingkat pengeluaran, kelanjutan permodalan dan sebagainya.

  1. Berhematlah!

Wabah COVID-19 ditakutkan memicu krisis finansial yang lebih buruk dibandingkan krisis keuangan yang pernah terjadi sebelumnya. Penting bagi Anda menempuh langkah-langkah extraordinary supaya nafas bisnis bisa berjalan lebih l     ama. Langkah wajib yang perlu Anda tempuh adalah menekan pengeluaran dengan berbagai cara supaya likuiditas bisa lebih kuat. Misalnya, menekan biaya operasional dari pos-pos rutin seperti tagihan listrik, air, dan internet.

Contoh mudah, usaha Anda di bidang food and beverages. Kebijakan work from home membuat pembelian di tempat turun drastis. Anda bisa menekan biaya operasional dengan mengoptimalkan layanan delivery order yang tidak membutuhkan kehadiran karyawan terlalu banyak. Karena tidak melayani pembeli sit in, Anda juga tak perlu menyalakan semua lampu dan mesin pendingin udara di kedai sepanjang waktu operasional. Hemat juga biaya pemasaran dengan mengoptimalkan media sosial saja secara organik. Tunda dulu pengeluaran untuk belanja modal yang menguras dana besar.

Bila memungkinkan, lakukan negosiasi dengan suplier terkait pembayaran yang mungkin bisa diperpanjang. Pertimbangkan juga negosiasi dengan perbankan bila pembayaran cicilan utang terasa memberatkan.

  1. Beri pengertian pada karyawan 

Krisis pandemi COVID-19 adalah masa penuh keprihatinan. Bila tidak berhati-hati, bisnis bisa gulung tikar dalam sekejab akibat tak kuat diterjang tsunami COVID-19 yang dahsyat. Cara mempertahankan bisnis di tengah krisis corona berikutnya adalah ajak bicara karyawan-karyawan Anda untuk turut bahu membahu, saling memperkuat diri di masa yang berat ini.

Sampaikan pada karyawan tentang fokus Anda saat ini adalah mempertahankan kelangsungan usaha supaya jangan sampai bangkrut yang bisa memicu pemutusan hubungan kerja. Supaya itu dapat dicapai, karyawan harus rela melupakan kenaikan gaji ataupun pemberian bonus seperti biasanya. Paling tidak hingga kondisi kembali normal.

  1. Genjot penjualan dengan cara paling murah

Wabah COVID-19 mengharuskan banyak orang menghindari kerumunan untuk mengerem penyebaran virus. Terapkan strategi yang paling tepat agar penjualan tetap mencapai target dengan biaya termurah. Misalnya, bisnis Anda adalah sektor F&B yang tadinya mengandalkan kunjungan customer secara langsung. Dalam situasi sekarang, hal itu jelas sulit terjadi. Geser strategi untuk mengoptimalkan layanan delivery order, drive thru atau menggencarkan promo berlangganan.

Misalnya, tawarkan harga lebih ekonomis bagi customer yang memilih pembelian berlangganan selama seminggu. Atau, berikan voucher bila ada pembelian hingga nilai tertentu di mana voucher itu hanya berlaku bila ada pembelian lagi di depan senilai tertentu.

  1. Kampanyekan nilai lebih layanan

Kampanyekan pada target pasar Anda nilai lebih yang bisa Anda berikan selama situasi krisis ini. Misalnya, Anda bergerak di jasa layanan internet. Kebutuhan masyarakat atas internet meningkat tajam selama imbauan #DiRumahAja. Supaya tetap unggul di tengah persaingan, galakkan penawaran promo yang menarik seperti kuota khusus bagi pelajar yang belajar di rumah, dan sebagainya.

Bila bisnis Anda di segmen makanan atau minuman, pastikan Anda mengkampanyekan komitmen bisnis mendukung sanitasi. Misalnya, para pramusaji selalu mengenakan masker dan sarung tangan untuk memastikan minuman yang dibuat steril, menyediakan hand sanitizer bagi jasa delivery yang mengambil barang pesanan, dan sebagainya.

  1. Optimalkan teknologi pendukung

Banyak teknologi yang bisa Anda manfaatkan agar kegiatan bisnis bisa berjalan senormal biasanya. Misalnya, untuk meeting dengan tim sehari-hari, memanfaatkan aplikasi Zoom. Begitu juga bila perlu berkomunikasi dengan klien, Anda bisa mengajak pemakaian video conference call. Optimalkan aplikasi working deck seperti Slack atau Trello agar kerja tim tetap terpantau kapan saja. Dengan dukungan teknologi yang tepat, aktvitas kerja dan bisnis dapat Anda upayakan senormal mungkin.

  1. Gunakan solusi bisnis yang mudah dan terjangkau

Menyiapkan makanan dan minuman untuk pelanggan tentu membuat Kamu sibuk. Makanya, Kamu tidak perlu lagi mencatat pemasukan secara manual. Begitu juga ketika melayani pelanggan. Kamu bisa download aplikasi kasir dari ITBrain Indonesia yang bebas biaya langganan. Setelah itu, cukup masukkan produk-produk yang Kamu jual beserta harganya. Ketika ada pembelian, Kamu tinggal memasukkan produk tersebut dan menanyakan opsi pembayaran apa yang akan digunakan pembeli. Kemudian, bukti pembayaran bisa langsung dikirimkan ke pelanggan melalui SMS, WhatsApp, maupun e-mail.

  1. Berikan Penawaran Menarik

Anda dapat melakukan kegiatan promosi dengan memberikan penawaran penarik kepada pelanggan. Berikan potongan harga pada produk satuan maupun paket. Hal ini dapat meningkatkan minat pelanggan maupun calon pelanggan untuk bertransaksi dengan Anda. Penawaran ini juga dapat Anda berikan dalam bentuk potongan ongkos kirim maupun gratis produk tertentu dengan minimal pembelian dengan nominal tertentu.

  1. Manfaatkan Kemajuan Teknologi

Masyarakat menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengakses internet selama masa PSBB. Gunakan kesempatan ini untuk menjangkau jaringan yang lebih luas. Promosikan perusahaan Anda dengan mengenalkan produk-produk unggulan yang Anda miliki. Masa PSBB juga menjadi kesempatan Anda untuk mulai membangun dan memperbaiki akun media sosial bisnis Anda agar lebih menarik minat pelanggan. Selain itu, Anda juga dapat mulai membuat situs website untuk bisnis yang Anda miliki. Situs website ini bukan hanya bertujuan untuk mengenalkan produk Anda, namun juga dapat dijadikan sebagai sarana jual beli secara online.

Request Demo Aplikasi Kasir, Klik Disini !!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.