Berikut Ini 7 Manfaat Dari Berinvestasi Reksadana  

manfaat investasi reksadana

Manfaat Investasi Reksadana – Perkembangan teknologi saat ini sudah tidak bisa dianggap sebelah mata, karena telah membuat semua hal berubah. Kini, orang berlomba-lomba melakukan segala sesuatu secara digital.

Sisi positif dari perkembangan zaman terutama di bidang teknologi ini membuat kita semakin mudah dalam melakukan berbagai hal, salah satunya investasi. Saat ini, sudah banyak sekali platform investasi yang bisa diakses melalui perangkat digital seperti aplikasi di smartphone maupun laman website.

Berbicara tentang investasi, salah satu investasi yang cocok untuk investor pemula adalah reksadana. Jenis investasi ini pun kini sudah terdigitalisasi, jadi Anda tidak perlu repot-repot mendatangi bank atau sekuritas untuk membuat akun dan menyetorkan dana investasi Anda, cukup via smartphone Anda, sangat simple bukan?

Sebelum anda memulai investasi reksadana, pasti anda berfikir fikir, emang apa saja sih manfaat atau keuntungan yang bisa anda dapatkan pada investasi reksadana ini. Ok, simak lah penjelasan dibawah ini dengan baik agar dapat dengan mudah anda pahami.

Download Aplikasi Kasir Toko Gratis, Klik Disini !!

Manfaat Investasi Reksadana

manfaat investasi reksadana

  1. Aman dan transparan

Investasi reksadana dalam pengelolaannya terbilang aman karena dana investor disimpan oleh pihak yang bernama bank kustodian. Bank kustodian adalah bank umum yang telah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk bekerja sama dengan Manajer Investasi (MI) untuk mengurus administrasi dan menyimpan kekayaan reksadana.

READ  Peluang Bisnis Resell Barang Vintage Yang Menjanjikan

Pada saat investor menyetorkan sejumlah uang untuk diinvestasikan di reksadana, uang tersebut tidak disetorkan ke rekening perusahaan Manajer Investasi, melainkan disetorkan ke rekening atas nama reksadana yang ada di bank kustodian.

Baca juga : 8 cara bermain saham dengan baik dan benar

Sedangkan dalam aspek transparansinya, pengelola reksadana wajib menerbitkan prospektus yang berisi semua informasi tentang reksadana, menerbitkan laporan bulanan kinerja reksadana, mengumumkan harga nilai aktiva bersih (NAB) per unit setiap hari di surat kabar, serta mengirimkan laporan bulanan saldo dan ringkasan transaksi reksadana kepada investor.

Dan juga sebagai salah satu produk investasi pasar modal, reksadana diatur secara ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setiap produk reksadana yang akan diterbitkan dan dipasarkan kepada investor telah terlebih dahulu dilaporkan dan mendapatkan persetujuan dari OJK. Jadi risiko penyalahgunaan dana nasabah akan semakin kecil terjadi.

  1. Imbal hasil yang menarik

Dari berbagai alasan yang telah disebutkan di atas, hal yang paling utama sebenarnya adalah potensi imbal hasil dari reksadana yang menarik dalam jangka panjang.

Tentunya, potensi imbal hasil tersebut berkaitan erat dengan jenis reksadana dan jangka waktu investasi yang dipilih, sehingga dapat menjadi alternatif dalam mempersiapkan masa pensiun, dana pendidikan dan berbagai rencana keuangan jangka panjang lainnya.

Sebagai informasi, mayoritas reksadana saham di Bareksa bisa dibeli dengan modal Rp100.000 saja. Jadi dengan modal minimal, investor bisa juga menikmati keuntungan maksimal.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

  1. Minim resiko

Reksadana merupakan jenis investasi yang tidak hanya terfokus pada satu investasi pada satu perusahaan. Ini jelas akan mengurangi risiko yang ada dalam risiko tersebut meski tidak dapat menghilangkannya. Dengan kata lain risiko yang ada tidak terpusat pada satu jenis investasi tetapi tersebar. Perlu diingat bahwa risiko ada dua jenis yaitu risiko gain dan risiko loss. Bila reksa dana Anda menempatkan dana investasi di 20 perusahaan dan 3 diantaranya mengalami risiko loss, investor tidak perlu khawatir sebab ada kemungkinan belasan perusahaan lainnya mungkin tidak mengalami kerugian atau justru mengalami risiko gain.

  1. Biaya yang rendah

Reksadana dikenal sebagai himpunan banyak pemodal dan dikelola secara profesional. Sejalan dengan besarnya kemampuan melakukan investasi tersebut maka akan menghasilkan biaya transaksi yang efisien pula. Biaya transaksinya akan jauh lebih rendah dibandingkan dengan investor yang melakukan investasi secara langsung di bursa efek.

  1. Dikelola oleh manager yang professional

Keterbatasan pengetahuan dan ketiadaan waktu untuk melakukan analisa investasi, yang menjadi kendala banyak calon investor, diatasi oleh Reksadana dengan menyerahkan prosesnya kepada Manajer Investasi. Professional yang memang sudah berpengalaman dalam hal pengelolaan portfolio investasi.

Baca juga : tips yang perlu diperhatikan saat akan memulai investasi emas

Anda sebagai investor dapat menilai kinerja Manajer Investasi secara transparan. Bisa pula membandingkan kinerjanya untuk mencari Manajer Investasi terbaik.

READ  CARA MENENTUKAN HARGA BARANG DI TOKO

Jangan khawatir soal fee untuk membayar Manajer Investasi. Justru itulah keunggulan Reksadana karena sifatnya kumpulan investor maka fee Manajer Investasi dibagi ke semua investor, sehingga biayanya menjadi terjangkau.

  1. Likuiditas yang tinggi

Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya. Semakin perusahaan memiliki likuiditas yang tinggi, semakin perusahaan tersebut dapat dipercaya karena kemampuannya membayar kewajiban jangka pendek sangat baik. Dengan likuiditas yang tinggi, investor dapat mencairkan kembali Unit Penyertaannya setiap saat sesuai dengan ketetapan yang dibuat masing-masing reksa dana.

  1. Akses yang bisa dibilang mudah

Banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk berinvestasi reksadana.

Pertama, Anda bisa berinvestasi melalui bank penyedia reksadana, umumnya setiap bank ternama di Tanah Air menjual produk investasi reksadana.

Kedua, reksadana juga bisa ditransaksikan melalui agen penjual reksadana (APERD) seperti Bareksa yang telah mendapat izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain karena mudahnya akses transaksi di Bareksa, terdapat juga beberapa fitur analisis serta perbandingan untuk membantu mempermudah Anda menemukan jenis produk reksadana yang cocok.

Ketiga, reksadana juga diperdagangkan di berbagai e-commerce di Indonesia sebagai bentuk kerja sama antara perusahaan Manajer Investasi atau agen penjual dengan e-commerce, jadi sambil belanja online, bisa sekalian beli reksadana. Dalam hal ini, Bareksa telah menjalin kerja sama dengan beberapa e-commerce seperti Bukalapak dan Tokopedia.

Download Aplikasi Kasir Toko Gratis, Klik Disini !!

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.