11 Tips membangkitkan bisnis yang sedang lesu

Membangkitkan bisnis yang sedang lesu – Lika-liku perjalanan bisnis memang tak selamanya berjalan manis. Ketidakstabilan bisnis jadi satu permasalahan yang sering dihadapi setiap pelaku usaha. Sepi orderan, omzet menurun, tentunya bakal menyebabkan kerugian besar jika kondisinya berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Ditambah kondisi pandemi seperti ini mendorong masyarakat untuk mengurangi pengeluaran mereka. Jadi sebagai pengusaha, kamu harus pintar bersiasat. Lalu, apa yang harus kamu lakukan jika bisnismu sedang tidak stabil? Apa harus segera ditutup dan ganti bisnis yang baru?

Mengelola bisnis sendiri sudah barang tentu menjadi impian banyak orang. Baik mereka yang belum memasuki dunia kerja, maupun yang sudah bekerja sekalipun.

Kendati demikian, mengelola bisnis bukan perkara mudah. Dalam perjalanannya, Anda akan sering menemui banyak halangan. Tidak akan selamanya mendatangkan untung, merugi juga akan Anda jumpai, belum lagi kalau berbicara jenjang bisnis yang tampaknya begitu-begitu saja.

Oleh karena itu, Anda harus benar-benar mempersiapkan diri dan mental guna mengatasi setiap kondisi bisnis yang stagnan atau berubah lesu.

Lantas, apa yang harus dilakukan jika bisnis sedang tidak stabil? Nah, berikut tips yang bisa Anda terapkan untuk mengatasi kelesuan bisnis.

Coba Gratis Download Aplikasi Kasir Toko, Klik Disini !!

11 tips membangkitkan bisnis yang sedang lesu

  1. Evaluasi

Untuk mengetahui sumber masalah, mulailah dengan mengevaluasi bisnis secara rutin dan berkala, misalnya seminggu atau sebulan sekali. Catat setiap keputusan dan aktivitas yang berhubungan dengan bisnis yang Anda jalankan. Apakah ada yang salah dengan kebijakan yang Anda inisiasi, atau apakah ada organ bisnis yang memang tidak sesuai?

  1. Identifikasi Masalah

Segera lakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab bisnis yang lesu. Anda harus mengenali mengapa penjualan mulai sepi.

READ  CARA MENENTUKAN HARGA BARANG DI TOKO

Apakah karena kualitas produk Anda yang menurun, pelayanan yang kurang baik, ada kompetitor yang berhasil menggeser Anda, atau masalahnya ada di tim internal Anda. Setelah mencari tahu penyebabnya, langkah berikutnya adalah mencari solusi untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. Ubahlah rencana yang lama dengan yang strategi baru yang lebih baik.

  1. Perbaiki strategi bisnis

Ada kalanya kamu perlu mengkaji ulang strategi bisnis yang selama ini dipakai, agar bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Jangan sampai strategi bisnis yang kamu pakai sudah ketinggalan jaman dan kalah saing dengan milik para pesaing.

Coba lakukan survey kecil-kecilan untuk mengetahui strategi bisnis para kompetitor, bila perlu ikuti cara-cara yang dipakai kompetitor agar bisnismu tak kalah bersaing dengan produk lain. Contohnya mulai membuat konten iklan kekinian untuk menarik minat calon pelanggan, atau bisa juga membuat gebrakan baru yang belum ada sebelumnya.

  1. Mengenali sistem

Sistem bisnis yang sudah tidak relevan dan mungkin ketinggalan zaman juga bisa menjadi salah satu penyebab stagnasi dalam bisnis. Dalami kembali apakah sistem bisnis yang kamu jalani sudah relevan dengan tren yang sedang berkembang atau belum.

  1. Lakukan rekap data

Akan lebih baik kalau kamu melakukan rekap data penjualan data harian. Dari data tersebut akan terlihat apakah penjualanmu sempat mengalami peningkatan, ada fluktuasi, atau justru cenderung menurun. Jika sudah terlihat grafiknya, maka saatnya kamu memastikan membuat pemetaan masalah, seperti: Apakah sepanjang produksi ada penurunan kualitas produk? Apakah harga produk terlalu mahal untuk beberapa kalangan? Bagaimana dengan perkembangan kompetitor?

  1. Buka Akun Sosmed

Media sosial biasanya punya fitur akun bisnis. Keuntungan dari akun bisnis adalah kamu bisa mengetahui pergerakan usahamu, mulai dari jumlah penambahn pengikut, interaksi antar akun, hingga seberapa sering produkmu disebut. Kalau seandainya tidak ada peningkatan pengikut, berarti kamu harus menambah konten-konten yang menarik. Inti dari penggunaan media sosial sebagai promosi adalah menyediakan visualisasi yang baik. Perhatikan pencahayaan dan fokus objek.

  1. Gencarkan Promo

Kalau penjualan sedang turun. coba taktik promo dan diskon, misal beli dua gratis satu atau diskon hingga 50%. Tentu dengan begitu banyak orang yang akan tertarik, pastikan untuk menggunakan foto yang baik ya. Kalau sudah, minta para konsumen untuk memberikan testimoni, atau minta juga untuk mengunggah foto produk di media sosial dengan tagging ke akun bisnismu.

READ  Profesi Yang Tidak Tergantikan oleh Teknologi Dan Robot

Gunakan testimoni tersebut sebagai konten di akunmu, sehingg akan semakin banyak calon pelanggan yang tertarik. Kamu juga bisa melakukan repost dari testimoni pelanggan juga.

  1. Bergabung dengan Komunitas UMKM

Dengan adanya komunitas, akan mudah bagimu berbagi masalah penjualan. Selain itu komunitas akan manuangimu, sehingga mudah untuk melakukan sosialisasi peraturan umkm dari kementrian, termasuk jika ada program-program bantuan dari pemerintah.

  1. Inovasi Produk

Kalau pasar mulai jenuh dengan produkmu, bukan berarti kamu harus membuat produk baru yang belum kamu pasarkan. Cobalah fokus pada satu produk yang paling diminati pasar, dan lakukan perbaikan agar konsumen kembali tertarik untuk melakukan pembelian. Misalnya memperbaiki tampilan kemasan produk, menambah varian rasa, memperluas jangkauan pemasaran dengan menggandeng para reseller, atau bisa juga memancing pembelian dengan memberikan tambahan bonus untuk para pelanggan.

Biasanya inovasi hanya dilakukan ketika penjualanmu stabil, tetapi jika memang perlu kamu bisa melakukannya. Jangan menghapus menu original ya supaya ciri khas usahamu ketika pertama kali berdiri tidak hilang. Perkuat promosi makanan terbarumu supaya banyak dikenal orang.

  1. Tingkatkan kemampuan Tim

Hal terakhir yang perlu kamu lakukan adalah memperbaiki kinerja tim yang kamu punya. Misalnya kurang ramah terhadap konsumen, semangat kerjanya menurun, atau bisa jadi target SDM tidak tercapai karena perencanaan kerja yang masih berantakan.

Untuk meningkatkan semangat kerja karyawan, ada kalanya kamu bisa meningkatkan kemampuan karyawan dengan mengadakan kegiatan internal seperti misalnya pelatihan internet marketing, atau bisa juga mengadakan acara family ghatering yang bisa menciptakan kekompakan antar tim.

  1. Feedback Konsumen

Selanjutnya adalah sejauh mana pelayanan yang kamu berikan kepada konsumen. Tentu kita tidak bisa mengharapkan usaha berjalan mulus tanpa ada komplain atau kritikan dari pelanggan. Keluhan bisa terjadi di karena pelayananmu yang kurang maksimal, kualitas rasa tidak sesuai dengan keinginan konsumen, atau faktor-faktor di luar seperti kemasan yang tidak efektif

READ  6 Cara Mengecek Server Down dan Penyebab Server Down

Kamu harus hadapi setiap permasalahan yang menyangkut konsumen dengan kepala dingin, beberapa model usaha seperti market place memberi tempat untuk komplain pelanggan dipajang di halaman depan toko. Sehingga kalau tidak tertangani dengan baik akan membuat tingkat kepercayaan calon konsumen lain menurun.

Itulah 11 tips membangkitkan bisnis yang sedang lesu Semoga dapat membantu

Coba Gratis Download Aplikasi Kasir Toko, Klik Disini !!

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.