Perlu Anda Perhatikan! Beberapa Resiko Dalam Menjalankan Bisnis Secara Online

resiko bisnis online

Resiko bisnis online – resiko bisnis online pada dasarnya sama seperti bisnis lainnya yang mana pasti memiliki beberapa resiko yang harus dihadapi agar tidak mengganggu aktivitas-aktivitas bisnis online. Resiko bisnis online yang dapat mengganggu aktivitas tersebut biasanya terjadi karena beberapa faktor, yakni faktor internal dan faktor eksternal.

Resiko bisnis online dari faktor internal ini timbul dari sisi internal bisnis misalnya terkait sumber daya manusia yang dimiliki, kinerja yang tidak maksimal, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk resiko bisnis dari faktor eksternal ini timbul dari sisi eksternal bisnis misalnya terkait dengan pihak konsumen yang memiliki kebutuhan atau permintaan yang berubah-ubah.

Dengan resiko bisnis online yang mungkin dapat terjadi kapanpun maka Anda sebagai pelaku bisnis harus lebih berhati-hati dalam memperhatikan segala aspek yang dapat menjadi resiko bisnis yang sedang dijalankan.

baca juga : 10 strategi bisnis fashion yang efektif

Mengingat bisnis online sendiri cukup diminati oleh banyak orang dan membutuhkan modal yang minim untuk menjalankannya. Tidak heran jika bisnis online memiliki pesaing yang banyak dan berdampak pada kinerja atau strategi bisnis online ini harus dibuat sedemikian rapinya agar mampu mengatasi resiko bisnis online tersebut. Sehingga sukses dalam menjalankan bisnis online pun dapat diraih dengan mudah dan tepat.

Lalu resiko seperti apa yang dapat terjadi pada bisnis online? Nah, ok mari kita bahas Bersama beberapa resiko berbisnis secara online.

Download Aplikasi Kasir Toko Full Version, Klik Disini !!

5 Resiko Bisnis Online

resiko bisnis online

  1. Terjadinya hit and run

Karena bisnis terjadi di ranah online, Anda pun tidak bisa bertemu langsung dengan pelanggan Anda. Padahal, kepercayaan antara pembeli dan penjual bisa lebih mudah tercipta jika bertatap muka. Kurangnya kepercayaan inilah yang bisa berpotensi menimbulkan terjadinya penipuan.

READ  Inilah Tips Mengelola Bisnis Agar Bisnis Anda Sukses Selalu

Salah satu kasus yang paling sering terjadi dalam bisnis online adalah hit and run. Pada kasus ini, seorang pelanggan biasanya terkesan bersemangat menanyakan produk tertentu kepada Anda melalui chat. Ia bahkan juga meminta Anda untuk menjumlahkan total belanjaan dan meminta dikirimkan nomor rekening untuk transfer. Namun, setelah Anda melakukan seluruh permintaan tersebut, pelanggan justru mendadak hilang atau kabur begitu saja dan tidak menjawab pesan Anda.

Anda memang tidak mengalami rugi material, tapi waktu Anda bisa terbuang percuma. Terlebih, bagaimana jika Anda sudah men-keep suatu produk karena pelanggan A berjanji membayarnya, tapi ketika ada pelanggan B yang memesan produk tersebut, Anda pun tak bisa menjualnya? Namun, karena pelanggan A menghilang, Anda jadi kehilangan kesempatan menghasilkan penjualan melalui pelanggan B.

baca juga : 7 hal sebelum memulai bisnis coffe shop

Untuk menghindari terjadinya hit and run, Anda bisa membuat aturan yang jelas, tegas, dan pastikan aturan tersebut tidak bermakna ganda. Sering-seringlah posting mengenai cara order, sistem pembayaran, pengiriman, hingga konsekuensi melakukan hit and run. Jika ada pelanggan yang melakukannya, Anda berhak untuk mem-blacklist. Lalu, saat Anda melakukan giveaway, mereka tidak akan mungkin Anda jadikan pemenang.

  1. Persaingan yang begitu ketat

Seiring berjalannya waktu, jumlah bisnis online semakin banyak saja. Dikutip dari Liputan6.com, data dari BPS menunjukkan bahwa per 2016 lalu jumlah e-Commerce di Indonesia sudah mencapai 26,2 juta. Artinya, Anda memiliki banyak saingan dalam menjalankan bisnis online. Di satu sisi, tentu saja hal ini menjadi suatu risiko bisnis yang serius. Namun, di sisi lain, persaingan yang ketat dapat memacu Anda untuk terus memberikan produk dan layanan yang berbeda dan tetap relevan bagi pelanggan. Jika tidak, bisnis online Anda tidak akan bisa stand out.

READ  24 Daftar Barang Toko Bangunan

Nah, karena persaingan yang cukup ketat tersebut, risiko bisnis online lain yang mungin akan dihadapi adalah susahnya menemukan niche yang tepat. Terlebih jika sudah ada nama-nama besar yang cukup mendominasi industri bisnis Anda.

Sebagai manajemen risiko bisnis online, Anda bisa mengatasi hal tersebut dengan menargetkan audiens yang lebih spesifik. Lakukan riset konsumen secara detail untuk mengetahui pain points dan kebutuhan target pelanggan, lalu rancang solusi yang tepat. Tentunya hal ini membutuhkan proses yang tidak sebentar. Tapi jika Anda juga mengimbanginya dengan strategi pemasaran yang menarik, lama kelamaan bisnis online Anda pasti akan semakin dikenal sehingga dapat bertahan di tengan persaingan.

  1. Permintaan pasar yang sering berubah ubah

Tingginya permintaan pasar sebetulnya merupakan suatu hal yang baik. Namun, jika tidak dikelola secara tepat, hal tersebut bisa menjadi risiko bisnis online. Apalagi jika permintaan pasar cenderung berubah-ubah sedangkan barang yang Anda jual tidak selalu ready. Biasanya, risiko seperti ini terjadi pada industri bisnis online tertentu seperti fesyen.

baca juga : pemanfaatan barcode pada industri retail, manufaktur dan lainnya

Kasus yang cukup sering terjadi adalah ketika ada tren baru muncul, pelanggan kemungkinan besar akan memilih untuk membeli produk ke bisnis online yang sudah punya stok. Alhasil, Anda bisa kehilangan pelanggan potensial. Bayangkan jika hal ini terjadi berulang kali setiap ada tren baru muncul, tentu akan sangat disayangkan, bukan?

Nah, kunci manajemen risiko bisnis satu ini adalah menyediakan stok dalam jumlah tepat. Tujuannya agar bisa terus memenuhi permintaan pasar. Namun, bagi Anda yang pemula atau baru saja terjun ke bisnis online, sebaiknya pilihlah produk yang trennya berjalan agak lama atau produk yang selalu dicari pelanggan agar Anda tidak kewalahan dalam memenuhi permintaan pasar. Beberapa contohnya seperti casing laptop, buku, atau seprai kasur.

  1. Ekspetasi yang kurang realistis

Bisnis online dapat memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan. Tentunya ada banyak faktor yang memengaruhi hal tersebut dan dibutuhkan proses yang tidak instan untuk mencapainya. Sayangnya, masih banyak yang menganggap sebaliknya. Alhasil, para pelaku bisnis online jadi cenderung punya ekspektasi yang kurang realistis. Biasanya, hal seperti ini sering terjadi pada startup. Mereka ingin bisa segera masuk ke pasar secepat mungkin, membuktikan diri, dan mendapat keuntungan.

READ  10 Keunggulan Software Toko “Point Of Sales” ITBrainIndonesia

Alhasil, mereka tidak mengalokasikan waktu dengan benar dan tidak benar-benar mengetahui apa yang ingin mereka buat serta jual. Untuk risiko bisnis online semacam ini, tidak ada cara selain mengevaluasi target bisnis yang sudah dibuat. Sesuaikan kembali dengan resource dan kemampuan Anda, lalu tetapkan target waktu yang realistis. Jangan sampai Anda terlalu memaksakan diri sehingga bisnis Anda jadi tidak terkelola dengan baik.

  1. Terkadang salah alamat

Kiriman yang salah alamat akan membuat barang terlambat sampai ke tangan konsumen. Anda akan jadi repot karena harus berkali-kali menghubungi atau mendatangi vendor jasa pengiriman untuk mengurusnya.

Belum lagi konsumen juga pasti marah, karena barang pesanan tidak sampai sesuai perjanjian. Masalah yang terkesan sepele, tapi kerap terjadi jika Anda sebagai penjual kurang teliti.

Maka dari itu, konfirmasi alamat pembeli sebelum Anda mengirimkan barangnya. Pastikan Anda menulis dengan jelas nama, alamat rumahnya, dan juga nomor telepon penerima.

Download Aplikasi Kasir Toko Full Version, Klik Disini !!

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.